fin.co.id - Sebanyak 358.801 warga Provinsi Banten tercatat menderita penyakit kronis berdasarkan data BPJS Kesehatan. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 21 persen peserta yang aktif terdaftar dan rutin mengikuti Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Artinya, masih ada sekitar 79 persen penderita penyakit kronis yang belum memanfaatkan program pendampingan kesehatan tersebut.
Rendahnya angka partisipasi ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten. Pasalnya, Prolanis merupakan salah satu program penting yang dirancang untuk membantu penderita penyakit kronis agar tetap sehat, menjaga kualitas hidup, sekaligus menekan risiko komplikasi yang dapat membahayakan kondisi pasien.
Program Prolanis saat ini difokuskan bagi penderita diabetes melitus (DM) dan hipertensi, dua penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia.
Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh masyarakat, khususnya penderita penyakit kronis, untuk aktif mengikuti kegiatan Prolanis yang difasilitasi BPJS Kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut Andra, paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan setelah seseorang jatuh sakit. Sebaliknya, pemerintah kini lebih mengedepankan pendekatan promotif dan preventif agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari komplikasi penyakit.
"Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif. Menjaga masyarakat terutama penyandang penyakit kronis tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko," ujar Andra Soni.
Ia menjelaskan bahwa deteksi dini, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta perubahan pola hidup menjadi langkah yang sangat penting untuk mengendalikan penyakit kronis.
Prolanis Membantu Penderita Tetap Produktif
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program BPJS Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup peserta melalui pelayanan kesehatan yang berkesinambungan.
Peserta Prolanis akan mendapatkan berbagai layanan seperti:
-
Pemeriksaan kesehatan secara berkala.
-
Edukasi mengenai pola hidup sehat.
-
Konsultasi dengan tenaga kesehatan.
-
Pemantauan kondisi penyakit secara rutin.
-
Senam atau aktivitas fisik bersama.
-
Pengingat kontrol dan konsumsi obat.
Melalui pendampingan tersebut, penderita diabetes maupun hipertensi diharapkan mampu mengendalikan penyakitnya sehingga risiko komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan dapat ditekan.