Politik . 30/07/2026, 20:18 WIB

Prabowo Sentil Jenderal Salon: Jangan Cuma Duduk di Balik Meja!

Penulis : Mihardi
Editor : Mihardi

fin.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh aparat negara, termasuk para jenderal TNI, terlibat langsung dalam gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Menurutnya, para pemimpin tidak boleh hanya memberi instruksi dari balik meja, tetapi harus turun ke lapangan untuk menjadi teladan.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.

"Para panglima dan para jenderal jangan menjadi 'jenderal salon'. Sesekali sepatunya harus kotor. Kalau perlu celananya kotor sampai lutut. Tapi jangan kalau menghadap presiden sepatunya sengaja dikotori," kata Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan itu menegaskan kebersihan merupakan bagian dari martabat bangsa. Karena itu, Indonesia tidak boleh dikenal sebagai negara yang kotor.

"Kebersihan adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok," kata Prabowo.

Ia menilai menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Mulai dari ketua RT dan RW, pengurus koperasi, pengurus masjid, hingga tokoh masyarakat diminta ikut berperan aktif.

Prabowo juga mengajak direksi BUMN dan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia untuk membiasakan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara rutin, misalnya selama satu jam setiap pagi.

"Kalau para direktur BUMN mengajak seluruh pegawainya membersihkan lingkungan satu jam setiap pagi, kalau ASN di seluruh pemerintah daerah juga melakukan hal yang sama, saya yakin hasilnya akan luar biasa," imbuhnya.

Untuk mendorong semangat daerah, Prabowo mengusulkan adanya program penghargaan bagi kota-kota dengan tingkat kebersihan terbaik. Ia meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Keuangan menyiapkan skema insentif tersebut.

"Kita buat lomba Kota Terbersih. Kota-kota terbaik akan memperoleh insentif, misalnya Rp20 miliar untuk lima kota terbaik, kemudian Rp10 miliar untuk kota-kota berikutnya. Lebih baik kita berikan penghargaan seperti itu daripada hanya memberikan piala, walaupun piala juga tetap bisa diberikan," tuturnya.

Menurut Prabowo, dana insentif tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat sarana kebersihan, seperti pengadaan truk sampah, ekskavator, hingga peralatan pendukung lainnya. Ia juga meminta ketersediaan alat berat produksi PT Pindad dipastikan agar bisa disalurkan ke daerah yang membutuhkan.

Selain penanganan sampah, Presiden turut mendorong gerakan penghijauan secara masif dengan menanam ratusan juta pohon di seluruh Indonesia. Ia meminta Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan menyiapkan bibit serta pusat pembibitan untuk mendukung program tersebut.

"Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon. Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan saya minta menyiapkan nursery serta benih-benih pohon yang baik untuk seluruh kota dan kabupaten," ungkapnya.

Anisha Aprilia/Disway

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id