Menurut Gus Ipul, bentuk bantuan nantinya tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga dukungan psikologis agar keluarga mampu melewati masa sulit.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan keluarga terdampak memperoleh perlindungan sosial secara menyeluruh.
Anak Korban Ditawari Bersekolah di Sekolah Rakyat
Salah satu bentuk perhatian pemerintah adalah memberikan kesempatan kepada anak korban untuk mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, anak korban memenuhi persyaratan untuk mengikuti program pendidikan tersebut.
Namun, keputusan akhir tetap diserahkan kepada keluarga setelah kondisi emosional mereka mulai membaik.
"Kami menawarkan apabila keluarga berkenan, anak korban bisa bersekolah di Sekolah Rakyat karena memang memenuhi syarat. Tetapi kami akan menunggu sampai suasana duka mereda," katanya.
Program ini diharapkan dapat menjadi jalan bagi anak korban untuk tetap memperoleh pendidikan yang layak meski keluarga sedang menghadapi cobaan berat.
Kronologi Pria Tewas Diduga Mencuri Ayam Aduan
Kasus bermula pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Menurut keterangan polisi, KD diduga tertangkap tangan saat hendak mencuri seekor ayam aduan milik warga berinisial IWS (31).
Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga setempat.
Baca Juga
Selama beberapa waktu terakhir, masyarakat memang mengaku sering kehilangan ayam sehingga ketika ada seseorang yang diduga tertangkap mencuri, emosi warga langsung memuncak.
Situasi yang awalnya hanya berupa penangkapan berubah menjadi aksi pengeroyokan.
Korban dipukuli hingga tidak sadarkan diri.