Ragam . 29/07/2026, 15:12 WIB

Mentan Amran: Presiden Minta Tingkatkan Produksi, Semua Pengolahan Gula Wajib Miliki Kebun Tebu

Penulis : FIN
Editor : FIN

"Kalau hulunya kuat, hilirnya kuat, maka industri gula nasional akan kuat. Tujuan akhirnya bukan hanya swasembada gula, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan memperkuat ekonomi nasional melalui hilirisasi," tegas Mentan Amran.

Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), HM Arum Sabil, menilai penguatan sektor pergulaan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pelaku industri. Menurutnya, Pabrik Gula Kristal Putih (GKP) dan Pabrik Gula Rafinasi (GKR) merupakan dua pilar penting yang harus saling memperkuat dalam membangun industri gula nasional.

Kinerja sektor pergulaan nasional pun menunjukkan tren yang semakin positif. Pada 2026, luas areal tebu nasional meningkat dari 563 ribu hektare menjadi 576.537,70 hektare. Produktivitas naik dari 69,35 ton per hektare menjadi 70,87 ton per hektare, sedangkan rendemen meningkat dari 6,83 persen menjadi 7,45 persen.

Peningkatan tersebut mendorong proyeksi produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional mencapai sekitar 3,044 juta ton pada 2026, naik dibandingkan produksi tahun sebelumnya sebesar 2,67 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan telah melampaui kebutuhan gula konsumsi rumah tangga nasional yang berada di kisaran 2,9 juta ton.

Meski demikian, kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman masih berkisar 3,8–3,9 juta ton per tahun. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan hilirisasi industri gula agar ketergantungan terhadap bahan baku impor dapat dikurangi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Arum menilai, penguatan sektor pergulaan harus melibatkan seluruh pelaku industri. Karena itu, ia mengusulkan agar pabrik gula rafinasi tidak hanya berperan mengolah gula mentah impor untuk kebutuhan industri, tetapi juga berinvestasi di sektor hulu melalui pembangunan kebun tebu dan kemitraan dengan petani.

"Pabrik gula rafinasi harus menjadi bagian utuh dari mata rantai pergulaan nasional dengan ikut membangun kebun tebu, memperluas kemitraan bersama petani, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat fondasi swasembada gula Indonesia," ujar Arum.

Sejalan dengan penguatan industri gula nasional, Kementerian Pertanian terus mempercepat berbagai program strategis, antara lain peremajaan kebun tebu, peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi budidaya, penyediaan pupuk, pembangunan infrastruktur pendukung, serta revitalisasi pabrik gula. Melalui sinergi pemerintah, petani, BUMN, dan pelaku industri, Kementerian Pertanian optimistis swasembada gula dapat diwujudkan sekaligus menciptakan industri gula nasional yang tangguh, efisien, dan berdaya saing.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id