Sport . 20/07/2026, 06:52 WIB
fin.co.id — Tim nasional Spanyol benar-benar menjajah panggung sepak bola dunia. Tidak hanya pulang membawa trofi juara Piala Dunia 2026, skuad La Roja juga menyapu bersih seluruh penghargaan individu paling bergengsi ini.
Tiga pilar utama mereka resmi dinobatkan sebagai yang terbaik: Rodri menyabet gelar pemain terbaik (Golden Ball), Unai Simon membawa pulang trofi kiper terbaik (Golden Glove), dan bek belia Pau Cubarsi keluar sebagai pemain muda terbaik.
Rodri kembali membuktikan diri sebagai ruh dan pengatur tempo permainan Spanyol di sepanjang turnamen. Gelandang berumur 30 tahun ini selalu masuk dalam starting eleven dan melakoni delapan pertandingan penuh bersama La Roja.
Meski statistik menunjukkan ia tidak mencetak gol ataupun menyumbang assist, peran jangkar milik Manchester City ini sangat krusial. Ia menjadi figur sentral yang mendikte jalannya laga lewat akurasi operan yang mematikan serta dominasi mutlak di sektor tengah.
Visi bermainnya yang luar biasa sukses mengantar Spanyol merengkuh trofi juara dunia untuk kedua kalinya. Gelar Golden Ball ini sekaligus memperpanjang daftar prestasi pribadinya. Sebelum mengawinkan gelar ini dengan trofi Euro 2024 dua tahun lalu, ia lebih dulu mengamankan penghargaan pemain terbaik Eropa hingga puncaknya meraih Ballon d'Or pertama.
Pencapaian manis Rodri di Amerika Serikat ini terasa sangat emosional. Maklum, sang gelandang sempat melewati periode kelam selama dua musim terakhir akibat masalah kebugaran bersama klubnya.
Petaka itu bermula saat ia dihantam cedera ligamen lutut anterior (ACL) yang parah pada September 2024. Setelah masa pemulihan panjang itu pun, Rodri masih berulang kali masuk ruang perawatan akibat gangguan pada otot hamstring serta pangkal paha. Namun, ia berhasil menjawab keraguan publik dengan performa magis di atas lapangan.
Bergeser ke sektor pertahanan, penjaga gawang Unai Simon berhak membawa pulang penghargaan Golden Glove setelah tampil superior di bawah mistar. Kiper andalan Athletic Club ini sukses membukukan enam clean sheet, sebuah angka tertinggi dalam satu edisi sejarah Piala Dunia.
Ketangguhan Simon terlihat jelas pada laga puncak melawan Argentina. Sepanjang 120 menit laga berjalan, gawangnya nyaris tanpa ancaman berarti lantaran barisan penyerang Albiceleste hanya mampu melepaskan dua kali tembakan saja.
Kini, Simon total mengumpulkan sembilan laga tanpa kebobolan di sepanjang keikutsertaannya dalam turnamen akbar ini. Catatan impresif itu menempatkan namanya hanya berselisih satu laga saja dari rekor clean sheet terbanyak sepanjang masa milik Peter Shilton dan Fabien Barthez. Simon juga menyejajarkan namanya dengan Iker Casillas, kiper legendaris yang memenangi Golden Glove saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.
Lini belakang Spanyol juga melahirkan bintang baru dalam diri Pau Cubarsi. Pemain belakang asal Barcelona yang baru menginjak usia 19 tahun ini tampil reguler tanpa tergantikan di setiap laga.
Ia memimpin benteng pertahanan Spanyol dengan sangat disiplin, hingga timnya tercatat hanya membiarkan sebiji gol saja yang bersarang ke gawang mereka selama kompetisi.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id