Catatan Dahlan Iskan . 20/07/2026, 07:03 WIB
Kita lihat saja seberapa lihai Handika menyelamatkan Febrie lewat bumi hangus Idon.
Nama Handika memang sesekali muncul dalam perkara korupsi besar. Ia ikut dalam tim pembela Anas Urbaningrum dalam perkara Hambalang. Ia juga ikut tampil dalam perkara Jiwasraya. Pun dalam perkara mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Termasuk juga dalam perkara e-KTP.
Handika orang Solo: alumnus fakultas hukum Universitas Negeri Sebelas Maret, UNS. Saat mahasiswa ia sering ikut demo. Di masa itu teman-temannya memanggilnya Acong.
Seniornya di Solo mengatakan nama asli pengacara itu awalnya hanya satu kata: Handika. Setelah jadi pengacara ia pergi ke pengadilan untuk mendaftarkan nama baru: Handika Honggowoso. Terbaca lebih keren dan ningrat.
Zaman itu mahasiawa radikal UNS kalah radikal dengan mahasiswa UMS --Universitas Muhammadiyah Solo. Kalau pendemo dari UNS dengar akan dikejar aparat mereka bersembunyi di UMS.
Kini Handika berada di pusaran perkara sangat besar. Bukan sebagai anggota tim melainkan sebagai leader.
Si hot Hotman memang pengacara resmi Febrie, tapi yang akan menyelamatkan Febrie adalah pengacara Idon.
Don Ritto sendiri masih dalam tahanan polisi. Idon orang Jambi sebagaimana Febrie. Idon juga sesama alumnus fakultas hukum Universitas Jambi. Awalnya Idon mendirikan kantor pengacara di Jambi, tapi pindah ke Bandung setelah istri dan anaknya meninggal.
Di Bandung, Idon pun menjadi sangat dekat dengan Febrie. Begitu Febrie menjadi pejabat teras di kejaksaan agung Idon mendirikan banyak perusahaan. Awalnya saya mengira seluruh harta yang ditemukan polisi itu akan ”diakui” sebagai harta perusahaan Idon. Ternyata saya salah prediksi: harta itu diakui milik Idon.
Saya tidak tahu mana yang lebih membuat polisi sulit mengungkap: diakui sebagai milik pribadi Idon atau sebagai milik perusahaan Idon.
Perkara Don Ritto sendiri kini masih di tangan polisi. Belum ikut yang dilimpahkan ke kejaksaan. Berarti polisi masih punya kendali atas nasib Febrie lewat pendalaman perkara Idon.
Idon memang akan membakar diri. Tapi apinya dipegang polisi. (Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id