Moral Pusbatara
Senin kemarin saya ke sana. Pagi-pagi, begitu selesai satu jam senam-dansa di Monas dua relawan gerakan Dunia Satu Keluarga sudah menjemput saya. Langsung menuju Banten.
Oleh: Dahlan Iskan
Sedunia sekeluarga. Wujud nyatanya akan terbangun di kawasan pinggir sungai yang memisahkan provinsi Jabar dan Banten. Tepatnya di Legok. Sekitar satu jam dari lapangan Monas, Jakarta.
Senin kemarin saya ke sana. Pagi-pagi, begitu selesai satu jam senam-dansa di Monas dua relawan gerakan Dunia Satu Keluarga sudah menjemput saya. Langsung menuju Banten.
Proyek ''menyatu dengan alam'' ini belum sepenuhnya jadi. Luas tanahnya 25 hektare. Gedung terbesarnya, Graha Dunia Satu Keluarga, sedang dikerjakan.
Mereka pilih membangun di situ bukan karena alamnya indah. Alam di situ justru pernah hancur berbopeng-bopeng akibat penambangan pasir. Kini alam di situ sudah direhabilitasi. Ribuan pohon baru ditumbuhkan.
Nama proyek ini: Pusbatara –Pusat Budaya Alam Nusantara. Ditegaskan sekali: budaya alam. Alam.
Bagian depan kawasan ini sudah selesai: delapan bangunan dengan arsitektur suku Badui, Banten. Itulah Eco Camp. Salah satu bangunannya berbentuk aula: lantai dan dindingnya modern tapi plafonnya anyaman bambu. Di panggungnya terpasang layar digital lebar –untuk presentasi.
Di ruang ini saya disambut. Berbagai sajian ditayangkan. Termasuk video gambaran utuh masa depan proyek itu. Mengagumkan.
Sekitar 40 orang berkumpul di ruang itu: dengan menonjolkan sikap rendah hati dan melayani. Semua menu makanannya vegan.
Saya pilih menu soto Kudus dengan suwiran daging ayam buatan. Enak sekali.
Baca Juga
Saya tidak bisa membedakan daging ayam di soto itu dengan daging ayam sungguhan. Porsinya tidak besar. Saya bisa mencicipi menu yang lain: rawon vegan. Rasa dagingnya persis daging sapi sungguhan.
Saya terharu berada di kompleks ini: kok ada sekelompok orang yang memikirkan terjaganya alam, pelestarian lingkungan, mengembangkan hidup rukun di tengah kebhinekaan, mengajarkan kesederhanaan, mengutamakan kedamaian, dan kebahagiaan.
Lewat pusat budaya alam Nusantara ini mereka akan terus memasyarakatkan perlunya hidup rukun: bukan hanya antar manusia, tapi juga antara manusia dan alam. Termasuk antara manusia dan binatang. Akan ada kegiatan pendidikan dan pelatihan: semua terkait dengan kerukunan, kedamaian, kebahagiaan dan kelestarian alam.
Usai acara kami diajak keliling lokasi: pakai mobil. Kami ke proyek induk Pusbatara. Akan ada gerbang besar tiga pintu tanpa daun pintu di bagian depannya. Gerbang itu menggunakan gaya arsitektur Cirebon. Gerbang ini dinamakan Gerbang Kebahagiaan.
Melewati gerbang itu Anda akan masuk plasa luas yang rindang oleh pepohonan: lebar 50 meter. Panjangnya 200 meter. Anda jalan kaki di plasa itu menuju gedung utama: Graha Dunia Satu Keluarga.
Berita Terkait
Moral Pusbatara
Tekstil Danantara