Ekonomi . 16/07/2026, 17:29 WIB
fin.co.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengumumkan realisasi investasi Indonesia sepanjang semester I 2026 sukses menembus angka fantastis Rp1.010,6 triliun. Capaian ini melonjak 7,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) sekaligus mengamankan hampir separuh dari target tahunan nasional.
"Pada semester pertama atau dari Januari sampai dengan Juni 2026, pencapaian yang sudah dilakukan pengeluaran atau spending oleh para investor di Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun atau meningkat 7,2 persen year on year. Capaian ini sesuai target kami, yakni 49,5 persen dari target investasi dalam satu tahun," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 16 Juli 2026.
Selain mencetak angka pertumbuhan yang tinggi, gelombang investasi ini berdampak langsung pada sektor lapangan kerja. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, penyerapan tenaga kerja baru meningkat pesat hingga belasan persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Yang paling penting adalah kita bisa lihat di sini penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang atau kurang lebih peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Rosan memaparkan bahwa struktur investasi Indonesia saat ini sangat sehat karena porsi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) bergerak seimbang. PMDN menyumbang Rp502,9 triliun, sedangkan modal asing (PMA) mengisi Rp507,6 triliun.
Keseimbangan ini juga terjadi pada aspek pemerataan wilayah. Investasi di Pulau Jawa tercatat menyentuh angka Rp502,8 triliun. Sementara itu, wilayah luar Pulau Jawa justru memimpin tipis dengan realisasi Rp507,8 triliun.
"Kaau kita lihat ini perbandingan Jawa dan luar Jawa sebetulnya kembali lagi hampir sama," jelas Rosan.
Merujuk pada data gabungan PMA dan PMDN, DKI Jakarta kokoh mempertahankan posisinya sebagai magnet investasi terbesar di tanah air. Ibu kota mendominasi dengan kontribusi mencapai 17,2 persen dari total capaian nasional.
"Untuk totalnya memang gabungan antara PMA dan PMDN itu DKI Jakarta masih menduduki tempat pertama, 17,2%, kemudian diikuti oleh Jawa Barat 138,1 triliun, Jawa Timur 72,7 triliun, Sulawesi Tengah 68,7 triliun, dan Banten 66,3 triliun," imbuhnya.
Anisha Aprilia/Disway
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id