Internasional . 16/07/2026, 23:43 WIB

Amerika Barbar! Ratusan Anak Pengidap Kanker di Iran Terpaksa Dievakuasi Gegara Serangan AS

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id – Pemerintah Iran mengutuk keras "serangan barbar" Amerika Serikat yang menghantam area dekat sebuah rumah sakit kanker anak di kota Ahvaz, wilayah Iran barat daya. Insiden mencekam ini memaksa petugas medis mengevakuasi ratusan pasien kanker anak-anak dari ruang perawatan mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baqaei, pada Kamis, 16 Juli 2026 menjelaskan, RS Shahid Baqaei, yang beroperasi sebagai pusat perawatan khusus kanker untuk anak-anak, terpaksa mengosongkan gedungnya pada Rabu malam. Langkah darurat ini harus mereka ambil sesaat setelah gempuran militer AS meletus di dekat area rumah sakit.

Baqaei menyatakan bahwa "serangan barbar" tersebut langsung "mengakibatkan penderitaan dan kecemasan parah" kepada anak-anak yang sedang berjuang menjalani perawatan intensif di sana. Pihak manajemen fasilitas kesehatan mencatat sebanyak 211 pasien yang tengah berada dalam proses kemoterapi terpaksa dievakuasi keluar gedung setelah serangan terjadi.

Kecaman Keras Kemlu Iran Terhadap Pelanggaran Kemanusiaan

Dalam pernyataan resminya, Baqaei juga melayangkan tudingan serius atas aksi militer sekutu Barat tersebut. Ia menyebut serangan itu sebagai "kejahatan perang yang pengecut" terhadap anak-anak. Tidak hanya itu, ia juga membandingkan aksi ini dengan rangkaian serangan Israel yang kerap menyasar fasilitas kesehatan di berbagai wilayah konflik.

Baqaei melemparkan kritik tajam kepada negara-negara yang selama ini vokal menyuarakan persoalan kemanusiaan. "Mereka yang tak henti-hentinya menggurui soal hak asasi manusia, tetapi secara sengaja mengabaikan serangan terhadap rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan, telah menggugurkan semua kredibilitas moral yang dimilikinya," tegas Baqaei dengan nada geram.

Sebelumnya pada hari Rabu, kantor berita lokal Mehr juga telah melaporkan bahwa serangan AS terbukti mengenai titik krusial yang berada sangat dekat dengan rumah sakit tersebut. Dampak ledakan di area sekitar bangunan itulah yang akhirnya memicu kepanikan dan memaksa proses evakuasi ratusan anak yang tengah dirawat akibat penyakit mematikan ini.

Eskalasi Konflik di Tengah Perjanjian Damai Selat Hormuz

Pernyataan keras dari pihak Baqaei ini muncul ke publik di tengah eskalasi ketegangan yang terus meningkat antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar jalur strategis Selat Hormuz. Situasi ini tentu sangat disayangkan oleh banyak pihak yang mengharapkan stabilitas keamanan di kawasan Teluk.

Ironisnya, kedua belah pihak kembali terlibat aksi saling serang di lapangan secara terbuka. Padahal, baik Iran maupun pihak Washington sebelumnya sudah menandatangani memorandum perdamaian. Kesepakatan awal tersebut sebelumnya berhasil terwujud melalui proses mediasi oleh Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata serta mengupayakan tercapainya kesepakatan damai yang permanen bagi kedua negara.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id