Ekonomi . 14/07/2026, 20:52 WIB

Seiring Pemulihan Tambang GBC, Freeport Indonesia Targetkan Produksi 43 Ton Emas pada 2028

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Perusahaan tambang raksasa PT Freeport Indonesia mengumumkan rencana strategis perseroan dengan membidik target besar di masa depan. Manajemen menetapkan volume produksi emas Freeport Indonesia mampu menyentuh angka 1,4 juta ons atau setara dengan 43 ton emas serta 1,6 miliar pon tembaga pada tahun 2028 mendatang.

Momentum lonjakan ini akan terealisasi tepat ketika fasilitas tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) sudah pulih 100 persen. Manajemen memaparkan proyeksi positif tersebut secara langsung di hadapan para anggota legislatif dalam pertemuan resmi di ibu kota.

“Tahun 2028 terjadi peningkatan juga, jadi 1,6 miliar pon tembaga dan 1,4 juta ons emas atau 43 ton emas,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII di DPR RI, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Tony menjelaskan bahwa peningkatan volume komoditas berharga tersebut berjalan beriringan dengan ekspansi aktivitas penambangan bijih. Pihak perusahaan merencanakan kapasitas rata-rata pengerukan batuan bijih pada tahun 2028 bisa menembus angka 208 ribu ton per hari.

Target operasional ini mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan jika kita bandingkan dengan rencana penambangan pada tahun 2027 yang berada di level 170 ribu ton bijih per hari.

Tahapan Pemulihan Operasional Pasca-Insiden Longsor GBC Mimika

Rencana kenaikan performa kerja ini memiliki latar belakang yang kuat, yaitu agenda pemulihan kapasitas operasional wilayah kerja perusahaan. Area kerja bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang berlokasi di Mimika, Papua Tengah, sebelumnya sempat mengalami musibah longsor pada tanggal 8 September 2025 yang lalu sehingga menghambat ritme kerja.

Manajemen telah menyusun peta jalan pemulihan secara bertahap untuk mengembalikan fungsi terowongan ke tingkat optimal. Sepanjang rentang semester I tahun 2026 ini, tingkat kapasitas operasional kompleks GBC pasca-bencana masih berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normal. Selanjutnya, tim teknis memperkirakan performa kerja akan merangkak naik menyentuh angka 65 persen pada fase semester II tahun 2026.

Langkah perbaikan tersebut terus berlanjut ke tahun berikutnya. Memasuki periode semester I tahun 2027, tingkat kapasitas operasional terarah untuk pulih hingga menyentuh 75 persen, sebelum akhirnya menembus level 100 persen penuh sepanjang paruh kedua atau semester II tahun 2027.

Proyeksi Produksi Jangka Pendek dan Normalisasi Total di Tahun 2029

Pihak manajemen juga meyakini bahwa tren pertumbuhan positif ini akan terus berlanjut hingga melampaui target jangka menengah mereka.

“Tahun 2029 (penambangan bijih) sudah mencapai 226 ribu ton per hari. Itu adalah tahap level normal atau 100 persen dari produksi kami,” ucap Tony meyakinkan para peserta rapat.

Sebagai perbandingan dengan kondisi riil saat ini, realisasi pengerukan batuan mentah sepanjang tahun berjalan berada di level 124 ribu ton per hari. Angka operasional ini memang tercatat lebih rendah jika kita sandingkan dengan capaian penambangan bijih pada tahun 2025 silam yang mampu menyentuh volume sebanyak 139 ribu ton per hari.

Penurunan aktivitas di lapangan secara otomatis ikut memengaruhi hasil akhir perolehan logam mulia siap jual untuk periode tahun ini.

“Tahun 2026 itu, jumlah logam yang akan kami hasilkan kira-kira 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas atau 21 ton emas,” ucap Tony.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id