fin.co.id - Meski terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dalam beberapa pekan terakhir, namun PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni maupun jalur pelayaran di Selat Sunda tetap beroperasi normal.
Menurut General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, hingga saat ini operasional penyeberangan masih berjalan lancar dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Langkah antisipasi tetap berjalan ketat demi menjamin keamanan seluruh penumpang.
“Hingga saat ini, layanan penyeberangan lintasan Bakauheni-Merak masih berlangsung secara normal. Meski demikian, kewaspadaan terus ditingkatkan. Setiap perkembangan aktivitas vulkanik, kondisi cuaca, maupun informasi keselamatan pelayaran dipantau secara intensif bersama instansi berwenang sehingga setiap keputusan operasional dapat diambil berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” jelasnya, Senin, 13 Juli 2026.
Pemantauan Intensif Berdasarkan Kondisi Aktual Lapangan
Pihak manajemen ASDP melakukan pemantauan ketat tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Partogi, pemantauan tersebut dilakukan agar setiap keputusan operasional dapat diambil berdasarkan kondisi aktual di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran. Hal ini menjadi jaminan bahwa manajemen pelabuhan tidak akan mengambil risiko yang membahayakan publik.
Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Anda sebaiknya menyaring setiap isu yang beredar luas di media sosial dan memastikan kebenaran berita dari sumber terpercaya.
“Keselamatan akan selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional ASDP. Melalui koordinasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan penyeberangan tetap aman, dan andal,” ujarnya.
Partogi menyarankan agar masyarakat selalu mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah maupun ASDP agar setiap perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik.
Gunung Anak Krakatau Berada pada Level III (Siaga)
Sebagai informasi tambahan untuk kewaspadaan kita bersama, kondisi vulkanik di Selat Sunda memang sedang mengalami dinamika. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami 19 kali erupsi sepanjang periode Juni hingga Juli 2026.
Hingga saat ini, aktivitas vulkanik dari gunung api aktif tersebut masih berada pada Level III (Siaga). Meski statusnya siaga dan sering meluncurkan erupsi, jarak aman yang ditetapkan para ahli serta jalur lintasan kapal ferry Merak-Bakauheni masih berada dalam batas yang sangat aman untuk dilayari.