Internasional . 13/07/2026, 13:09 WIB

Konflik Memanas, Iran Perluas Serangan ke Negara Teluk dan Pastikan Penutupan Selat Hormuz!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali berada dalam titik nadir yang sangat mengkhawatirkan. Pasukan AS dan Iran telah saling melancarkan serangan rudal dan drone berat.

Teheran juga menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada Minggu, 12 Juli 2026. Otoritas menyatakan telah kembali menutup Selat Hormuz yang vital bagi pelayaran internasional.

Aksi saling serang yang kembali terjadi ini menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang masa depan perjanjian sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu yang bertujuan untuk membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri perang setelah 60 hari negosiasi lebih lanjut.

Aksi saling gempur ini menjadi kelanjutan dari siklus serangan dan serangan balasan karena Iran berupaya untuk menegaskan kendali atas pelayaran melalui Selat Hormuz. Namun, rentetan serangan tersebut menandai peningkatan kecepatan dan jangkauan.

Serangan Meluas ke Qatar dan Uni Emirat Arab

Kali ini, daya hancur konflik tidak lagi terbatas pada wilayah konflik utama. Serangan Iran meluas ke Qatar, mediator dalam pembicaraan gencatan senjata yang belum diserang sejak April. Tidak hanya itu, Uni Emirat Arab, yang belum menjadi sasaran sejak awal Mei, mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat rudal dan drone dari Iran.

Di sisi lain, militer AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran pada pukul 5 sore ET pada hari Minggu (5 pagi, Senin, waktu Singapura). Langkah tersebut Komando Pusat sampaikan dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X:

"Untuk terus mengurangi kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz".

Juru bicara Komando Pusat AS, Tim Hawkins, mengatakan kepada CNN, bahwa pesawat AS sukses menembak jatuh sebuah rudal jelajah Iran dan sebuah drone serang satu arah.

Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Tajam

Dampak dari eskalasi militer ini langsung menggoncang pasar energi global. Harga minyak melonjak pada hari Senin karena Iran memperluas serangan terhadap negara-negara Teluk setelah serangan oleh Amerika Serikat, mengancam pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga minyak mentah Brent naik US$2,67, atau 3,51 persen, menjadi US$78,68 pada pukul 2204 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di US$73,89 per barel, atau mengalami kenaikan sebesar US$2,48 (3,47 persen).

Menanggapi ketegangan akhir pekan ini, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tegas dalam wawancara telepon singkat dengan Reuters pada Minggu, 12 Juli 2026 sore. "Kami sedang mengalahkan mereka," katanya.

Di sisi berlawanan, media Iran pada hari Minggu melaporkan adanya serangan rudal dan ledakan di sekitar kota pelabuhan Sirik dan Bandar Abbas, tempat fasilitas militer di selat tersebut, dan Pulau Qeshm di dekatnya.

Diplomasi Buntu dan Kegagalan Gencatan Senjata

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id