Sport . 12/07/2026, 14:00 WIB

Diggia Sebut Menyalip di Sachsenring Bak Mimpi Buruk

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Fabio Di Giannantonio mengungkapkan betapa sulitnya melakukan manuver menyalip pada Sprint MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Pembalap Pertamina VR46 Ducati itu bahkan menyebut membuntuti pembalap lain di lintasan tersebut terasa seperti "mimpi buruk" karena ban depan cepat kehilangan performa.

Di Giannantonio mengakhiri Sprint MotoGP Jerman di posisi ketiga, tepat di belakang Alex Marquez dan pemenang balapan Marc Marquez. Meski merasa memiliki kecepatan untuk bersaing lebih jauh, ia mengaku karakteristik Sachsenring membuat peluang menyalip hampir tidak ada.

Ban Depan Cepat Panas Saat Mengikuti Pembalap Lain

Menurut Di Giannantonio, kombinasi tikungan yang rapat di Sachsenring membuat suhu ban depan meningkat drastis ketika berada di belakang pembalap lain. Akibatnya, motor menjadi lebih sulit dikendalikan saat mencoba menyerang.

"Sirkuit ini benar-benar sangat sulit untuk menyalip. Begitu berada di belakang pembalap lain, ban depan langsung menjadi panas. Dengan banyaknya tikungan dan sudut kemiringan motor, sangat sulit menjaga kecepatan sekaligus mencoba menyalip," kata Di Giannantonio.

Ia mengakui manuver menyalip masih mungkin dilakukan, tetapi risikonya sangat besar.

"Anda bisa melakukannya, tetapi risikonya sangat tinggi."

Di Giannantonio mengatakan ia harus segera melewati Ai Ogura pada lap pembuka agar tetap berada di barisan depan. Setelah itu, kesempatan untuk mengejar Alex Marquez praktis tertutup.

Kecepatan Ada, Tetapi Sulit Dimanfaatkan

Pembalap Italia tersebut merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk melaju lebih cepat. Namun, berada terlalu lama di belakang lawan justru membuat kondisi ban depan terus memburuk.

"Saya mencoba memberi sedikit jarak di tengah balapan agar ban depan bisa sedikit mendingin. Namun itu tidak cukup. Pada akhirnya terlalu berisiko untuk mencoba menyalip Alex."

Ia juga menilai Marc Marquez sebenarnya masih memiliki kecepatan yang lebih besar, tetapi memilih mengendalikan jalannya balapan.

"Saya pikir Marc masih punya sesuatu yang lebih, tetapi dia mengendalikan balapan dan itu hal yang normal."

"Seperti Mimpi Buruk"

Di Giannantonio menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman yang sangat menyulitkan. Menurutnya, sekalipun memiliki kecepatan lebih baik, mengikuti pembalap lain membuat ritme balapan sulit dipertahankan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id