Ragam . 11/07/2026, 13:43 WIB
fin.co.id - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani ancaman kekeringan yang mulai melanda sejumlah sentra produksi padi di Kabupaten Subang. Untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian sekaligus mengamankan produksi padi, Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) langsung mengeksekusi pengeboran sumur submersible serta menyiagakan 16 unit pompa irigasi yang akan didistribusikan di enam kecamatan terdampak.
Langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang meminta seluruh jajaran Kementan memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau.
Mentan Amran menegaskan bahwa setiap laporan kekeringan harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi puso yang dapat mengganggu produktivitas pertanian dan menghambat upaya mewujudkan swasembada pangan.
"Kita tidak boleh menunggu sampai kekeringan meluas," tegas Mentan Amran.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Ditjen LIP langsung menerjunkan tim ke Kabupaten Subang untuk melakukan survei di sejumlah wilayah terdampak.
Setelah dilakukan pemetaan potensi air tanah melalui survei geolistrik, Ditjen LIP bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pengeboran sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara.
Sumur tersebut diharapkan menjadi sumber air baru bagi lahan sawah tadah hujan yang selama ini tidak terlayani jaringan irigasi.
PPL Desa Manyingsal, Agus Hermawan, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementan dalam menangani ancaman kekeringan di wilayahnya.
"Alhamdulillah atas cepat tanggapnya dari Kementerian Pertanian, hari ini langsung dibuatkan sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang untuk menangani kekurangan air. Saya selaku PPL sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian dalam menanggapi cepat kekeringan ini," ujar Agus di Subang pada Kamis, 9 Juli 2026.
Apresiasi serupa disampaikan petani setempat, Taryo. Menurutnya, kekeringan kali ini cukup berat karena sumber air dari sumur bor yang selama ini dimanfaatkan warga telah mengering.
"Kami benar-benar mengalami kekeringan karena sumber mata air sumur bor pantek sudah kering di desa kami. Alhamdulillah, dari pemerintah BPLIP sigap turun ke lokasi. Belum 24 jam, sekarang sudah ada tindakan langsung untuk menurunkan alat geolistrik guna mencari sumber mata air untuk membuat sumur bor baru. Harapan kami dengan sumur baru ini bisa mengatasi kekeringan, biar panen kami bisa maksimal," katanya.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Bandung, Hamid Sangadji, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara menyeluruh melalui pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak sehingga intervensi pemerintah dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain pembangunan sumur submersible di Kecamatan Cipunagara, Kementan juga menyiapkan 16 unit pompa irigasi yang akan disalurkan di enam kecamatan di Kabupaten Subang.
Bantuan tersebut mencakup pompa irigasi air tanah dalam di Kecamatan Pusakanagara, Patok Besi, dan Blanakan, dengan seluruh usulan melalui proses verifikasi administrasi agar tepat sasaran sesuai ketentuan.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Kementan memastikan negara hadir memberikan solusi cepat bagi petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id