Catatan Dahlan Iskan . 10/07/2026, 06:14 WIB
Oleh: Dahlan Iskan
"Mesir telah dirampok."
Publik pun puas.
Apalagi publik Indonesia. Itu karena yang mengatakannya Zohran Mamdani, wali kota New York.
Di Amerika ia dianggap penyambung lidah rakyat. Ia tidak takut pun melawan Presiden Donald Trump –dan ia menang: Trump mengundangnya ke Gedung Putih.
Mamdani juga tidak takut melawan ''penguasa keuangan" dunia: kelompok Yahudi New York. Ia terabas mitos kalau tidak dapat dukungan Yahudi tidak akan terpilih jadi pemimpin publik di Amerika.
Ia bela Palestina apa adanya di saat yang paling sensitif: menjelang kampanye pemilihan wali kota yang ia ikuti. Padahal yang ia serang paling keras adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu –partner utama Trump di politik keamanan Timur Tengah.
Ia bilang Netanyahu adalah penjahat perang.
Tentu saya tidak bertemu Mamdani di New York. Sedang ada pemilu legislatif di kota New York: pemilihan anggota DPRD. Saya sempat masuk ke satu gedung dekat Times Square yang dijadikan TPS. Pemilih sedang antre memberikan suara.
Seorang petugas TPS melarang saya memotret --tapi sebelum dilarang saya sudah memotretnya: beberapa kali.
Aneh juga, di negara kampiun demokrasi memotret di TPS saja dilarang.
Saya ucapkan itu ke salah satu petugas di sana: ia setuju. Lalu mencoba bicara dengan petugas lain. Tapi yang diajak bicara tetap melarang. Petugas yang setuju dengan saya itu tampak kecewa sambil menaikkan bahunya.
Saya tidak ngotot. Dalam hati saya berkata: kan saya sudah dapat fotonya.
Hasil pilegda itu: tiga calon pendatang baru yang didukung Mamdani dapat kursi. Maka posisi Mamdani dalam memperjuangkan anggaran yang sosialistik nanti akan lebih mulus.
"Mesir telah dirampok".
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id