Ragam . 10/07/2026, 17:54 WIB

Diresmikan Presiden, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menambahkan bahwa air yang tertampung di bendungan memiliki banyak fungsi. “Air yang tertampung di bendungan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, sesuai arahan Bapak kepada kami sejak di Magelang dahulu. Selain menjadi air baku bagi masyarakat, bendungan juga dapat dikembangkan sebagai sumber energi serta memberikan perlindungan terhadap kawasan dari ancaman banjir,” jelasnya.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine, disaksikan langsung oleh jajaran menteri kabinet, gubernur, dan bupati terkait. Momentum ini menjadi bukti kolaborasi apik antara pemerintah pusat dan daerah.

Bendungan Meninting: Keunggulan Teknologi dan Dampak Sosial

Secara spesifik, Bendungan Meninting menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram. Hutama Karya menggarap Paket I senilai Rp902 miliar melalui Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Bahagia Bangunnusa.

Bendungan Meninting memiliki tipe urugan tanah dengan inti tegak, tinggi 74 meter, panjang puncak 418 meter, dan lebar puncak 15 meter. Kapasitas tampungnya mencapai 12,18 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektar.

Proyek ini tidak hanya unggul dari sisi konstruksi, tetapi juga mengedepankan inovasi teknologi. Hutama Karya menerapkan Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan digital survey dan fotogrametri, dashboard Project Management Information System (PMIS), serta CCTV proyek yang saling terkoneksi.

Pendekatan ini terbukti menjaga presisi, mutu, dan keselamatan konstruksi. Hasilnya, proyek ini bahkan meraih penghargaan Top Entry in Country pada Autodesk ASEAN Innovation Awards 2023.

“Kami sadar air adalah kunci produktivitas pertanian. Ketika bendungan berfungsi optimal dan airnya mengalir sampai ke sawah, di situlah nilai sesungguhnya infrastruktur ini bagi petani dan masyarakat,” ujar Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi.

Lebih jauh, pembangunan Bendungan Meninting memberikan *multiplier effect* dengan menggerakkan ekonomi dan wisata. Proyek ini menyerap lebih dari 475 tenaga kerja lokal, sebagian besar berasal dari NTB. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga turut dijalankan, meliputi penanaman pohon, pembangunan jembatan desa, masjid, hingga penambahan ruang kelas sekolah dasar.

Dengan diresmikannya Bendungan Meninting dan Bendungan Keureuto, Hutama Karya semakin memperkuat rekam jejaknya di sektor sumber daya air. Perusahaan berkomitmen terus menghadirkan infrastruktur berkualitas untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id