Internasional . 09/07/2026, 14:53 WIB
Pihak Iran menegaskan tidak akan mundur dalam mempertahankan klaim mereka atas jalur pelayaran tersebut. Kepala negosiator Iran menyatakan secara terbuka bahwa Selat Hormuz hanya akan beroperasi di bawah "kesepakatan Iran".
"Amerika Serikat masih belum belajar bahwa intimidasi dan pelanggaran janji tidak lagi tanpa konsekuensi," kata Mohammad Bagher Ghalibaf di X. "Izinkan saya memperjelas: Jika Anda menyerang, Anda akan diserang."
Seinteraksi militer AS-Israel memicu perang pada bulan Februari, Teheran terus memperketat pengawasan di selat itu. Pemerintah Iran menyatakan akan mengenakan biaya untuk pelayaran dan mengancam akan menyerang kapal yang menyimpang dari rute yang diizinkan.
Ketegangan ini semakin diperparah oleh aksi militer Iran yang menyerang setidaknya tiga kapal dalam beberapa hari terakhir, yang kemudian memicu serangan besar-masif dari AS terhadap target Iran pada Selasa lalu.
Rangkaian pertempuran udara terbaru ini pecah menjelang upacara pemakaman Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi Iran, yang tewas pada awal perang pada 28 Februari.
Di tengah situasi yang kian kritis, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan "kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal" — imbauan senada juga datang dari Pakistan yang bertindak sebagai mediator utama dalam pembicaraan AS-Iran.
Saluran komunikasi diplomatik sejatinya masih diupayakan oleh pihak Teheran. Iran mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Perdana Menteri Qatar telah berbicara melalui telepon pada hari Rabu dan "menekankan pentingnya menggunakan cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah regional".
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id