Internasional . 09/07/2026, 20:56 WIB

Garda Revolusi Iran Hantam Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat kian mencekam, setelah militer Teheran meluncurkan balasan bersenjata yang masif.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada Kamis, 9 Juli 2026, bahwa mereka meluncurkan serangan rudal yang menargetkan pusat komando dan kendali AS di Asia Barat dan Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania.

Ketegangan terbuka ini dipicu oleh gelombang serangan udara beruntun dari pihak Pentagon yang menyasar wilayah pesisir selatan Iran sebelumnya.

Rudal Balistik IRGC Targetkan Fasilitas Vital Amerika Serikat dan Sekutu

Serangan balasan ini melibatkan persenjataan strategis jarak jauh milik pasukan elite Teheran untuk melumpuhkan pertahanan lawan. Dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Fars, IRGC mengatakan Angkatan Udara mereka menembakkan 10 rudal balistik yang menargetkan kedua lokasi tersebut, mengklaim serangan itu "menghancurkan" kedua fasilitas tersebut.

Pihak Teheran juga mengeluarkan ancaman terbuka bagi pos-pos pertahanan militer Barat lainnya yang tersebar di wilayah sekitar jika eskalasi ini terus berlanjut. “Jika agresi tentara teroris AS diulangi, pangkalan AS lainnya di kawasan ini tidak akan luput dari tembakan berat kami,” mereka memperingatkan.

Meski demikian, pihak sekutu mengklaim berhasil mematahkan sebagian besar hulu ledak yang datang sebelum menyentuh daratan. Yordania sebelumnya mengatakan bahwa pertahanan udaranya mencegat dan menembak jatuh delapan rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah kerajaan tersebut.

Serangan Drone Perusak Targetkan Kuwait, Qatar, dan Bahrain

Tidak berhenti di Yordania, operasi militer ini juga meluas ke beberapa negara tetangga yang menampung pasukan asing. Tentara Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka menargetkan infrastruktur di pangkalan militer AS di Kuwait, Qatar, dan Bahrain sebagai tanggapan atas serangan AS baru-baru ini di wilayah Iran.

Skala gempuran gabungan ini menyasar perangkat keras militer canggih milik armada Amerika Serikat di Teluk. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, militer Iran mengatakan telah menargetkan sistem pertahanan udara Patriot di Kuwait, antena satelit yang digunakan sebagai situs peringatan dini di Qatar, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar milik militer AS di Bahrain menggunakan "sejumlah besar berbagai jenis drone perusak."

Sebelumnya pada hari Kamis, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menargetkan infrastruktur dan fasilitas di pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, dan bersumpah untuk tidak "membiarkan agresi militer AS tanpa balasan."

Tudingan Pelanggaran Komitmen dan Detail Operasi Gabungan

Pihak berwenang di Teheran memandang tindakan Washington di sepanjang garis pantai mereka sebagai pelanggaran fatal terhadap kesepakatan yang ada. IRGC mengatakan AS melanggar komitmennya dengan melakukan serangan di provinsi-provinsi pesisir selatan Iran, menurut pernyataan yang disiarkan oleh IRIB.

Oleh karena itu, penyerangan ke berbagai pos militer asing di Teluk menjadi fase awal dari rangkaian operasi pertahanan mereka. IRGC memperingatkan militer AS bahwa "jika mereka mengulangi agresinya, tanggapan keras kami akan diperluas ke pangkalan-pangkalan AS lainnya di wilayah tersebut."

Pihak intelijen dan komando tempur Teheran membeberkan nama pangkalan yang menjadi target utama operasi berskala besar ini.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id