Kesehatan . 08/07/2026, 07:50 WIB
Banyak orang mengira tidur selama beberapa jam sudah cukup untuk memulihkan kondisi tubuh. Padahal, kualitas tidur juga memegang peranan penting. Salah satu fase yang paling menentukan adalah deep sleep atau tidur nyenyak.
Deep sleep merupakan tahap tidur yang terjadi pada fase non-REM (Rapid Eye Movement). Pada fase ini, aktivitas gelombang otak, detak jantung, hingga laju pernapasan melambat ke titik terendah. Akibatnya, tubuh memasuki kondisi istirahat yang sangat dalam sehingga proses pemulihan berlangsung lebih optimal.
Jika Anda sering merasa kurang segar saat bangun tidur, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat. Langkah-langkah ini juga mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Mulailah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu melatih ritme biologis tubuh sehingga waktu istirahat menjadi lebih teratur.
Saat tubuh memiliki pola tidur yang konsisten, proses memasuki fase deep sleep menjadi lebih mudah. Sebaliknya, jam tidur yang sering berubah dapat mengganggu kualitas istirahat.
Layar smartphone, tablet, komputer, dan televisi memancarkan cahaya biru yang memiliki spektrum mirip cahaya matahari pagi. Paparan ini dapat menghambat produksi melatonin di kelenjar pineal sehingga otak menganggap hari masih siang.
Agar tubuh lebih siap beristirahat, hentikan penggunaan perangkat elektronik sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur. Cara sederhana ini membantu tubuh memasuki fase tidur dengan lebih nyaman.
Lingkungan kamar memberikan pengaruh besar terhadap kualitas deep sleep. Suhu ruangan yang nyaman, yaitu sekitar 18–22 derajat Celsius di iklim tropis, dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal.
Selain itu, usahakan kamar tetap gelap dan minim gangguan suara. Anda dapat menggunakan tirai blackout, penutup mata, atau earplug agar suasana tidur menjadi lebih tenang.
Rutinitas sebelum tidur dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Mandi air hangat, membaca buku, atau melakukan meditasi ringan menjadi beberapa pilihan yang bisa dilakukan.
Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan tersebut memberi sinyal bahwa waktu istirahat telah tiba. Alhasil, tubuh lebih mudah tertidur dan memasuki fase deep sleep.
Olahraga aerobik berintensitas sedang, seperti jogging, berenang, atau bersepeda, dapat membantu meningkatkan persentase deep sleep. Agar hasilnya optimal, lakukan aktivitas fisik pada pagi atau sore hari.
Sebaliknya, hindari olahraga berat menjelang waktu tidur. Pelepasan hormon endorfin dan peningkatan suhu tubuh setelah latihan intens justru dapat membuat tubuh tetap terjaga sehingga kualitas tidur menurun.
Jika berbagai kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, kualitas tidur berpotensi menjadi lebih baik sehingga tubuh dapat beristirahat secara maksimal setiap malam.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id