Internasional . 01/07/2026, 23:15 WIB
fin.co.id - Aktivitas distribusi energi dunia tampaknya masih menghadapi ancaman serius di kawasan Timur Tengah. Kementerian Pertahanan Italia mengumumkan bahwa terdapat ratusan ranjau yang tertanam di Selat Hormuz sebagai dampak dari sisa perang Iran.
Kondisi ini membuat para ahli memperkirakan bahwa tim pencari memerlukan waktu setidaknya dua bulan guna membersihkan total jalur vital yang sangat strategis bagi kelancaran pasokan minyak global tersebut.
Pernyataan resmi ini keluar dari mulut Komandan Komando Operasi Gabungan (COVI) Italia, Giovanni Maria Iannucci, Rabu, 1 Juli 2026. Ia memaparkan tingkat kesulitan tinggi yang menghadapi tim di lapangan saat berbicara di hadapan Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan DPR serta Senat Italia.
"Diperkirakan terdapat puluhan ranjau di Selat Hormuz, yang memerlukan waktu sekitar dua bulan untuk penanganannya. Ranjau-ranjau itu bersifat canggih dan modern, yang memerlukan kemampuan serta keahlian yang tidak dimiliki oleh semua negara," kata Komandan Komando Operasi Gabungan (COVI), Giovanni Maria Iannucci, di hadapan Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan DPR dan Senat Italia.
Mengingat tingkat kerumitan teknologi ranjau laut yang tersebar di sepanjang koridor laut tersebut, Iannucci menilai perlu adanya kerja sama global yang solid. Ia melemparkan gagasan mengenai pembentukan misi multinasional yang fokus pada agenda pembersihan Selat Hormuz.
Menurut pandangan Iannucci, pembentukan misi bersama ini juga membuka peluang besar bagi berbagai pihak di luar benua Eropa maupun para aktor regional setempat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam memulihkan keamanan jalur pelayaran komersial tersebut.
Terkait kesiapan armada pendukung, Komandan COVI tersebut menambahkan informasi bahwa kapal-kapal penyapu ranjau milik militer Italia saat ini sedang bersiap dan berada di wilayah Djibouti.
Sebagai informasi tambahan bagi Anda, Djibouti sendiri merupakan sebuah negara yang berada di kawasan Tanduk Afrika. Secara geografis, wilayah negara ini terletak di pesisir barat daya Laut Merah bagian selatan, tepat di dekat Selat Bab el-Mandeb.
Sementara itu, posisi Selat Hormuz yang menjadi lokasi penanaman ratusan alat peledak canggih tersebut sebenarnya berada jauh di sebelah timur dari koordinat negara Djibouti. Selat Hormuz ini memegang peran krusial karena menjadi satu-satunya gerbang laut yang menghubungkan kawasan Teluk Persia secara langsung dengan Teluk Oman.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id