Internasional . 30/06/2026, 23:33 WIB

Bahas Implementasi Kesepakatan AS, Pejabat Iran Siap Temui Mediator Qatar di Doha

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Iran mengaku akan bertemu dengan mediator Qatar di Doha pada Rabu, 1 Juli 2026 untuk membahas implementasi nota kesepahaman AS-Iran, termasuk pelepasan aset Iran yang dibekukan, sambil menolak pembicaraan langsung dengan AS. Langkah diplomasi ini menjadi babak baru dalam upaya penyelesaian ketegangan yang melibatkan kedua negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan, diskusi di Doha akan fokus pada implementasi klausul nota kesepahaman, menurut penyiar resmi negara itu, IRIB.

“Yang akan dilakukan di Doha besok (Rabu) adalah diskusi tentang implementasi klausul nota kesepahaman, termasuk pelepasan aset Iran yang dibekukan, yang merupakan urusan pihak Qatar,” kata Baghaei, Selasa, 30 Juni 2026.

Meskipun bersedia berdialog dengan pihak ketiga, Teheran menutup rapat pintu komunikasi tatap muka dengan Washington. Ia menekankan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan pihak Amerika dalam beberapa hari mendatang.

“Pada dasarnya, kami tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan pihak Amerika di tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Kehadiran Utusan Amerika di Qatar dan Status Dana yang Dibekukan

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Qatar mengatakan bahwa utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner berada di Doha untuk bertemu dengan para mediator dan membahas kemajuan negosiasi dengan Iran. Kehadiran perwakilan tinggi ini menunjukkan keseriusan para pihak dalam mengawal kesepakatan yang ada.

Terkait isu finansial yang krusial, pihak penengah memberikan kejelasan mengenai status modal yang masih tertahan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan bahwa transfer dana Iran yang dibekukan sebesar $6 miliar dari total $12 miliar "akan disepakati oleh AS dan Iran," dan menegaskan bahwa dana tersebut belum ditransfer ke Teheran.

Proses pencairan dana ini tampaknya akan berjalan beriringan dengan komitmen kepatuhan kedua belah pihak. Masalah dana yang dibekukan "terkait dengan kemajuan negosiasi antara Washington dan Teheran," tambahnya.

Kerangka Hukum Nota Kesepahaman Trump dan Pezeshkian

Landasan hukum dari pertemuan ini merujuk pada perjanjian formal yang telah ditandatangani oleh pemimpin kedua negara sebelumnya. Sebuah nota kesepahaman antara Washington dan Teheran, di bawah mediasi Pakistan, mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Perjanjian strategis ini memuat sejumlah poin penting untuk memulihkan stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah. Nota kesepahaman tersebut menyediakan kerangka kerja untuk mengakhiri konflik dan mengatasi masalah-masalah yang belum terselesaikan antara Washington dan Teheran melalui negosiasi, termasuk penghentian permusuhan, pencabutan sanksi, masalah nuklir, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pengaturan keamanan regional yang lebih luas.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id