Internasional . 28/06/2026, 16:26 WIB
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, membenarkan adanya suara ledakan di Sirik, Iran selatan. Namun, Garda Nasional Iran menegaskan bahwa aksi AS tersebut tidak akan menggoyahkan kendali mereka atas jalur maritim strategis tersebut. "Tembakan membabi buta Amerika di Sirik tidak akan menyelesaikan dominasi kami atas Selat Hormuz. Tetapi tembakan kami terhadap para pelanggar akan mengingatkan kapal-kapal lain tentang jalur pelayaran yang jelas," sebut Garda Nasional.
Konflik Iran dan AS yang kembali membara ini mengancam keberlangsungan kesepakatan sementara 14 poin yang bertujuan menghentikan perang sejak 28 Februari lalu. Perjanjian tersebut sejatinya dirancang untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial, sembari kedua negara melanjutkan dialog tingkat tinggi mengenai program nuklir Iran.
Satu minggu lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf sebenarnya telah melangsungkan perundingan yang dimediasi di Swiss. Washington bahkan sempat mencabut sanksi terhadap Teheran sebagai bentuk iktikad baik, tetapi ketegangan di lapangan justru semakin tidak terkendali.
Selat Hormuz sendiri memegang peranan krusial sebagai jalur pengiriman energi terpenting di dunia karena mengalirkan seperlima pasokan minyak dan Liquefied Natural Gas (LNG) global. Akibat perang ini, ratusan kapal tanker bermuatan minyak sempat terblokade di dalam Teluk selama berbulan-bulan.
Ketika selat tersebut mulai dibuka kembali dalam dua minggu terakhir, harga minyak dunia sempat anjlok mendekati level sebelum perang karena lonjakan pasokan. Kini, dengan eskalasi militer yang kembali memuncak, masa depan stabilitas keamanan dan ekonomi global kembali berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id