Kereta Logistik Kalimantan Siap Dibangun Tanpa APBN, Pemerintah Bidik Investor Swasta

fin.co.id - 28/06/2026, 18:47 WIB

Kereta Logistik Kalimantan Siap Dibangun Tanpa APBN, Pemerintah Bidik Investor Swasta

Pemerintah pastikan proyek kereta logistik Kalimantan murni pakai investasi swasta non-APBN.

fin.co.id — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa proyek pembangunan jaringan kereta logistik di Pulau Kalimantan tidak akan menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sama sekali. Sebagai gantinya, pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi investor swasta melalui skema investasi murni non-APBN.

Langkah ini menjadi strategi cerdas agar pembangunan megaproyek transportasi tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara. Pemerintah optimistis sektor swasta akan tertarik melihat potensi ekonomi yang besar di tanah Borneo.

"Kita tawarkan kepada swasta untuk membangun itu (jaringan kereta api logistik di Kalimantan)," kata Dudy di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

KAI Punya Peluang Emas Ikut Berinvestasi

Menurut penjelasan Dudy, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga mendapatkan kesempatan besar untuk mengambil bagian dalam proyek ini. Pihak KAI silakan menanamkan modal apabila mereka menilai pembangunan jaringan rel pengangkut komoditas di Kalimantan memiliki prospek bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dudy kemudian mencontohkan keberhasilan nyata angkutan logistik kereta api di Sumatera Selatan. Di sana, PT KAI mengelola operasional secara komersial sepenuhnya tanpa mengandalkan subsidi maupun skema kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO).

Bisnis angkutan barang di Sumatera Selatan tersebut terbukti menyumbang pendapatan yang sangat besar bagi kantong PT KAI. Keuntungan inilah yang menjadi penopang utama kinerja finansial perusahaan, sekaligus memperkuat kemampuan mereka untuk mempertahankan kualitas pelayanan kereta api penumpang pada berbagai rute lain, khususnya di Pulau Jawa.

Mekanisme mandiri ini menciptakan prinsip bisnis subsidi silang antar-lini usaha yang sehat, sehingga seluruh operasional layanan tetap berjalan secara efisien dan berkelanjutan.

Dukungan Penuh Presiden Prabowo Subianto

Proyek strategis ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Dudy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendorong penuh agar pembangunan jaringan kereta logistik di Kalimantan segera terealisasi demi mendukung kebutuhan nasional.

"Oh beliau (Presiden Prabowo) mendorong kereta logistik (di Kalimantan)," kata dia.

Meski mendapatkan dukungan penuh dari orang nomor satu di Indonesia, Dudy mengingatkan bahwa percepatan pembangunan di lapangan tetap bergantung pada kesiapan para pemodal. Proses mendirikan jalur rel membutuhkan biaya yang sangat fantastis serta perencanaan bisnis yang matang sejak awal.

"Bangun kereta kan enggak murah itu," imbuh Dudy.

Target Jalur Rel 2.772 Kilometer untuk Konektivitas Kalimantan

Untuk mematangkan target ini, pemerintah berniat membangun jalur kereta api sepanjang 2.772 kilometer yang membentang di daratan Kalimantan. Jaringan transportasi massal ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar jalur distribusi logistik di pulau tersebut.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID