Catatan Dahlan Iskan . 27/06/2026, 05:53 WIB

Wani El-Tri

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Lia datang bersama anaknyi: Erick, 28 tahun, jomblo, menyukai persahaman lewat komputernya. Erick yang pegang kemudi. Lia turun sebentar menyalami Renard, lalu balik ke mobil jadi co pilot. Saya duduk di kursi belakang.

Setelah 15 tahun tidak bertemu Renard sudah banyak yang berubah. Ada juga yang tidak berubah. Renard bukan lagi aktivis mahasiswa yang ceking tapi pikirannya masih tetap kritis: "Saya terus mengingatkan sesama alumnus SMA Taruna Nusantara," kata Renard. "Sekarang alumnus Taruna Nusantara sedang diuji sejarah, apakah bisa menerapkan doktrin cinta tanah air seperti yang disumpahkan waktu di sekolah".

Anda sudah tahu: begitu banyak alumnus sekolah yang didirikan Prabowo Subianto itu yang kini memegang peran penting di pemerintahan. Mereka kakak-kakak kelas Renard. Letkol Teddy, seskab, misalnya, adalah kakak satu kelas. Di angkatan Renard ada tiga siswa Tionghoa salah satunya ia sendiri.

Kami berpisah di teras Edition. Meski berangkat kami mundur 45 menit masih bisa diterima. Lia sudah punya ''kapling'' parkir. Lia sudah membeli tempat parkir sejak enam bulan lalu: parkir satu mobil 200 dolar hampir Rp 4 juta.

Lapangan parkir stadion tidak boleh untuk mobil. Halaman luas itu untuk pengaturan arus manusia menuju dan dari stadion: kapasitas 82.000. Juga untuk berbagai atraksi sebagai daya tarik tambahan Piala Dunia.

Hanya 25 menit perjalanan dari Times Square ke stadion. Kami masuk ke gedung parkir mal American Dream mal kedua terbesar di negara itu setelah Mall of America yang saya kunjungi beberapa tahun lalu di Minneapolis.

Tentu kami harus berjalan jauh ke stadion. Normal. Terlihat lautan kuning tua pindah ke sini bendera Ekuador dan Jerman sama-sama punya unsur kuning tua: kuning-biru-merah dan hitam-merah-kuning. Orang Jerman menyebutnya: hitam-merah-emas.

Di tengah lautan kuning itu ada tujuh orang berkaus hijau. Kami mengira mereka Bonek Persebaya. Ternyata justru mereka menduga kami suporter El Tri julukan untuk Bonek Meksiko.

Nama El Tri diambil dari tri warna bendera Meksiko: hijau-putih-merah.

Sesama berhijau kami pun berfoto bersama. Juga melatih mereka teriak ''Wani!"

Lalu ganti mereka melatih saya teriak: Vamoz El Tri!.(Dahlan Iskan)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id