5 Peserta Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Menhan Evaluasi Program Latsarmil

fin.co.id - 27/06/2026, 16:24 WIB

5 Peserta Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Menhan Evaluasi Program Latsarmil

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026) (ANTARA)

fin.co.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Merah Putih. Langkah tersebut dilakukan setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan evaluasi dilakukan atas arahan langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan fokus utama pada aspek kesehatan peserta.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu 27 Juni 2026.

Menurut Ketut, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi fisik masing-masing peserta sebelum menjalani program latihan.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi satuan TNI yang bertugas sebagai pelatih untuk menyesuaikan intensitas maupun porsi latihan fisik sesuai kemampuan setiap peserta.

Selain itu, Kemhan juga menginstruksikan agar penanganan medis terhadap peserta yang mengalami gangguan kesehatan dilakukan lebih cepat dan optimal guna meminimalkan risiko selama masa pendidikan.

Tak hanya menyasar aspek kesehatan, evaluasi juga mencakup materi dan metode pembelajaran dalam program latsarmil. Menurut Ketut, Menteri Pertahanan meminta proses pendidikan dibuat lebih sesuai dengan kondisi peserta.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata dia.

Melalui penyesuaian tersebut, Kemhan berharap tujuan utama latsarmil untuk membentuk kedisiplinan, karakter, serta jiwa kepemimpinan tetap tercapai tanpa mengabaikan faktor keselamatan peserta.

Ketut menegaskan proses evaluasi akan terus dilakukan selama program berlangsung agar pelaksanaan latsarmil berjalan lebih aman, nyaman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, lima calon manajer Koperasi Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran. Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada Rabu (17 Juni) setelah mengalami henti jantung ketika mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja.

Anisa Muyassaroh meninggal sehari kemudian, Kamis (18 Juni), akibat heat stroke saat menjalani pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Sementara itu, Novia Rahmadhani Sihotang dinyatakan meninggal pada Selasa (23 Juni) karena tuberkulosis ketika mengikuti latsarmil di Kodiklatau Jakarta.

Rifki Renaldi Gunawan juga meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (26 Juni). Pada hari yang sama, Nola Dya Sari juga dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti program latsarmil di Kalimantan.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca