Nasional . 24/06/2026, 22:18 WIB

Presiden Sebut Swasembada BBM di Depan Mata, Biodiesel B50 Akan Diluncurkan pada Juli 2026

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Indonesia segera mewujudkan swasembada energi, khususnya swasembada bahan bakar minyak (BBM). Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Gorontalo. Guna mencapai target itu, pemerintah akan meluncurkan bahan bakar biodiesel B50 pada bulan Juli 2026.

Pengumuman ini berlangsung di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi yang menghadiri acara tersebut.

"Kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi. Bulan Juli ini, beberapa hari lagi, kita akan launching B50. B50, solar, akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri," kata Presiden Prabowo di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi saat acara PENAS KTNA XVII di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.

Pemerintah memproyeksikan penghematan anggaran dalam jumlah besar saat aturan pemanfaatan kelapa sawit ini berlaku.

"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," ujar Presiden Prabowo.

Kemandirian dan ketahanan energi menjadi kebutuhan mutlak bagi rakyat Indonesia untuk menghindari dampak buruk dari gejolak di negara-negara produsen minyak dunia. Langkah ini juga mengantisipasi gangguan pada rute distribusi minyak global seperti yang saat ini terjadi di Selat Hormuz.

Menteri ESDM Optimistis Implementasi Mulai 1 Juli

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan optimisme bahwa program B50 dapat berjalan mulai 1 Juli 2026.

"Insyaallah, kami sangat optimis untuk implementasi perilisan B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli. Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (18/6).

Pihak kementerian memastikan bahwa teknis implementasi B50 telah melalui rangkaian tahap uji coba dengan hasil yang baik. Tim teknis sudah menguji coba bahan bakar B50 ini pada berbagai jenis kendaraan operasional, antara lain:

  • Alat berat
  • Kapal laut
  • Kereta api
  • Kendaraan tambang
  • Ekskavator
  • Alat pertanian

Jika skema B50 ini berjalan sesuai rencana, potensi penghematan devisa negara diperkirakan mencapai Rp157,28 triliun pada tahun ini.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id