Sport . 23/06/2026, 07:31 WIB
Meski kalah 1-3 dari Kolombia pada laga perdana, Uzbekistan menunjukkan sejumlah statistik yang patut diwaspadai.
Tim yang ditangani Fabio Cannavaro tersebut mencatatkan xG sebesar 1,16 saat menghadapi Kolombia. Angka itu menjadi yang tertinggi yang pernah dibukukan tim debutan Piala Dunia sejak Slovakia pada edisi 2010.
Uzbekistan juga berhasil mencetak satu gol dan menunjukkan keberanian untuk menyerang meski menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
Dua pemain yang berpotensi menjadi ancaman bagi Portugal adalah Obatek Shukurov dan Abbosbek Fayzullaev.
Shukurov menjadi motor distribusi bola Uzbekistan dengan 21 umpan antarlini sukses. Sementara Fayzullaev tampil agresif dalam menekan lawan dengan 42 kali aksi pressing sepanjang pertandingan.
Secara kolektif, Uzbekistan juga mencatatkan 87 umpan antarlini sukses dari 157 percobaan dan melakukan 43 penetrasi ke sepertiga akhir lapangan lawan. Statistik tersebut bahkan lebih baik dibandingkan Republik Demokratik Kongo yang hanya mencatatkan 65 umpan antarlini sukses dari 141 percobaan serta 35 kali memasuki area sepertiga akhir.
Kohesi Tim Jadi Persoalan Utama
Meski sorotan banyak tertuju kepada Ronaldo, persoalan Portugal sebenarnya tidak hanya soal ketajaman sang kapten.
Masalah terbesar Selecao justru terletak pada kreativitas dan kohesi permainan di area sepertiga akhir lapangan.
Hal itu terlihat ketika kontribusi pemain-pemain seperti Vitinha yang mencatatkan 121 umpan maupun Bruno Fernandes yang melepaskan enam umpan silang tidak mampu menghasilkan cukup peluang berbahaya.
Portugal juga beberapa kali terlambat mengantisipasi transisi permainan lawan, sehingga lini belakang mereka kerap berada dalam situasi sulit.
Kondisi tersebut berpotensi kembali terjadi saat menghadapi Uzbekistan yang memiliki karakter bermain agresif dan berani menyerang.
Karena itu, laga melawan Uzbekistan tidak hanya menjadi ujian bagi Ronaldo untuk kembali menemukan ketajamannya, tetapi juga menjadi kesempatan Portugal memperbaiki kekompakan tim.
Jika masalah kohesi dan efektivitas serangan belum terselesaikan, Portugal berisiko kembali kehilangan poin penting. Padahal setelah Uzbekistan, mereka masih harus menghadapi salah satu kekuatan Amerika Selatan, Kolombia.
Dengan materi pemain yang dimiliki, Portugal tetap termasuk kandidat kuat di Piala Dunia 2026. Namun untuk membuktikannya, Selecao harus tampil lebih kompak, lebih kreatif, dan jauh lebih klinis dibandingkan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id