Internasional . 22/06/2026, 09:03 WIB
fin.co.id – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas di meja diplomasi. Delegasi Iran secara mengejutkan memilih keluar atau walk out dari lokasi perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss, Minggu, 21 Juni 2026. Langkah tegas delegasi Teheran ini mencuat sebagai bentuk protes keras terhadap ancaman terbaru dari Presiden AS, Donald Trump.
Menurut laporan dari kantor berita Tasnim yang mengutip sumber dekat dengan tim perunding, aksi memprotes ini terjadi setelah Trump melontarkan ancaman di media sosial. Trump menyatakan akan kembali menyerang Iran jika Teheran gagal membujuk kelompok pro-Iran di Lebanon agar berhenti membuat masalah di kawasan tersebut.
Menanggapi intimidasi tersebut, kepala negosiator Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, langsung melayangkan peringatan keras kepada AS. Ia bersumpah bahwa militer negaranya tidak akan tinggal diam terhadap gertakan tersebut.
"Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan mencapai keadaan putus asa seperti sekarang? Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika," ujar Ghalibaf secara lugas setelah Trump mengancam akan menyerang Iran karena dukungan mereka terhadap kelompok Hizbullah.
Ghalibaf juga menambahkan agar pihak Gedung Putih lebih menjaga lisan mereka di ruang publik. "Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka; angkatan bersenjata kami siap untuk merespons mereka dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak," tegasnya memungkasi kegeraman pihak Iran.
Ketegangan di Swiss ini bermula dari unggahan Donald Trump di platform digital miliknya, Truth Social, pada hari Minggu pagi. Melalui pesan tertulis, Trump menuntut tindakan cepat dari pihak Teheran.
"Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah," tulis Trump dalam unggahannya.
Ia bahkan tidak segan-segan mengancam akan meluncurkan aksi militer langsung ke wilayah Iran jika permintaan tersebut diabaikan. "Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!" tambah Trump dalam pernyataan digitalnya.
Selama ini, pertempuran sengit antara militer Israel dan kelompok Hizbullah memang terus bergolak. Konflik ini terpicu oleh serangan kelompok militan sokongan Teheran tersebut ke wilayah Israel guna mendukung posisi Iran dalam perang yang lebih luas, sehingga berulang kali merusak upaya perdamaian yang sedang dirintis.
Kendati demikian, hingga Minggu malam, ruang publik belum menerima adanya laporan mengenai serangan baru dari Israel atau pertempuran susulan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id