Ragam . 22/06/2026, 16:36 WIB
fin.co.id — Momentum Perayaan Hari Yoga Internasional 2026 dimaknai komunitas volunteer ISHA FOUNDATION di Jakarta bukan sekadar sebagai aktivitas olahraga bersama, tetapi sebagai pengingat pentingnya membangun keseimbangan dalam kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tekanan.
Melalui rangkaian kegiatan walkathon, meditasi, dan yoga terbuka di kawasan Car Free Day Sudirman dan Hutan Kota Plataran, Minggu (21/6), puluhan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia mengikuti kegiatan yang mengangkat pendekatan yoga sebagai teknologi kesejahteraan diri yang bersifat universal.
Acara dimulai sejak pagi hari melalui walkathon di area Car Free Day Sudirman, kemudian dilanjutkan dengan sesi meditasi dan yoga bersama di Hutan Kota Plataran.
Salah satu volunteer ISHA FOUNDATION, Datu Permata, mengatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap yoga selama ini masih sering terbatas pada gerakan fisik semata.
“Yoga dikenal sebagai gerakan yang merentangkan dan melenturkan tubuh, tetapi sebenarnya yoga jauh lebih dari itu. Ini tentang bagaimana kita membangun keseimbangan dalam diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa latihan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan holistik yang bertujuan membantu seseorang membangun kualitas hidup yang lebih baik, baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Pandangan tersebut sejalan dengan pesan pendiri ISHA FOUNDATION, Sadhguru, dalam momentum Hari Yoga Internasional yang menekankan bahwa yoga bukanlah sebuah filosofi, ideologi, agama, ataupun sistem kepercayaan tertentu.
Menurut Sadhguru, yoga merupakan seperangkat teknologi atau metode untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang dapat diterapkan oleh siapa saja tanpa memandang agama, ras, gender, maupun latar belakang sosial.
“Jika Anda manusia, maka teknologi ini berlaku untuk Anda,” demikian pesan Sadhguru yang kerap disampaikan dalam berbagai peringatan Hari Yoga Internasional.
Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental, pendekatan seperti meditasi, pengaturan napas, serta aktivitas mindful movement mulai semakin diminati, terutama di kawasan urban dengan ritme kehidupan yang cepat dan tekanan pekerjaan yang tinggi.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 12 miliar hari kerja hilang setiap tahun secara global akibat depresi dan kecemasan. Kondisi tersebut mendorong semakin banyak masyarakat untuk mulai mencari cara menjaga keseimbangan hidup secara lebih menyeluruh.
Dalam suasana yang berlangsung santai namun reflektif, para peserta tampak mengikuti sesi meditasi dan yoga dengan antusias. Sejumlah peserta mengaku datang untuk mencari ketenangan sekaligus ruang jeda dari aktivitas sehari-hari yang padat.
“Kegiatan seperti ini membawa perspektif yang baik dalam kehidupan sehari-hari kami,” kata Datu Permata, yang juga berprofesi sebagai dokter gigi.
Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Yoga Internasional, kegiatan ini juga membawa pesan bahwa kesejahteraan hidup tidak hanya dibangun melalui kesehatan fisik, tetapi juga melalui kemampuan seseorang untuk menjaga keseimbangan diri di tengah dinamika kehidupan modern.
Melalui kegiatan yang terbuka dan inklusif, komunitas ISHA FOUNDATION berharap semakin banyak masyarakat dapat mengenal praktik-praktik sederhana yang membantu meningkatkan kualitas hidup, mulai dari pengaturan napas, meditasi, hingga yoga sebagai bagian dari keseharian
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id