Dibayangi Ancaman Penutupan Selat Hormuz, AS dan Iran Gelar Babak Baru Pembicaraan di Swiss

fin.co.id - 21/06/2026, 18:59 WIB

Dibayangi Ancaman Penutupan Selat Hormuz, AS dan Iran Gelar Babak Baru Pembicaraan di Swiss

AS dan Iran siap memulai negosiasi baru di Swiss hari ini.

fin.co.id - Putaran negosiasi terbaru terkait perang Timur Tengah dijadwalkan mulai berjalan pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Para negosiator asal Iran beserta Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, kini telah tiba di kota tuan rumah, Swiss.

Pembicaraan krusial ini tetap berjalan meskipun Teheran melontarkan ancaman keras akan menutup kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz akibat rentetan serangan Israel di Lebanon.

Sebelum bertolak menuju Eropa, JD Vance membagikan harapannya kepada awak media yang berkumpul di bandara. Ia berharap bisa membuat kemajuan dalam masalah nuklir dan masalah gencatan senjata Lebanon, yang menjadi dua fokus besar dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, kedua belah pihak merencanakan pembicaraan lanjutan ini di Swiss pada hari Jumat. Namun, otoritas terpaksa menunda agenda tersebut pada menit-menit terakhir setelah Israel meluncurkan serangan mematikan di wilayah Lebanon menyusul kematian empat tentaranya dalam sebuah pertempuran sengit.

Israel Terus Terlibat Bentrok dengan Hizbullah Lebanon

Meskipun Washington sempat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata baru pada Jumat malam—yang menjadi salah satu syarat perjanjian pendahuluan dengan Iran—situasi di lapangan justru kembali memanas.

Pasukan Israel kembali terlibat bentrok bersenjata dengan pejuang Hizbullah pada hari Sabtu, di mana masing-masing pihak saling menuduh pihak lain melanggar gencatan senjata tersebut.

Dengan alasan adanya "pelanggaran kontrak" oleh AS serta "pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus dan tanpa henti oleh rezim Zionis di Lebanon selatan," komando militer pusat Iran secara tegas menyatakan bahwa "Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal."

Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi utama untuk pengiriman minyak dan gas bumi dunia. Penutupan jalur ini selama sebagian besar masa perang terbukti sempat menimbulkan guncangan hebat pada pasar energi global.

Padahal, Teheran sebelumnya telah setuju untuk membuka kembali selat tersebut berdasarkan kesepakatan awal yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan mitranya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sehingga lalu lintas pengapalan mulai pulih.

Merespons pengumuman sepihak dari Iran tersebut, Komando Pusat AS menegaskan bahwa jalur aman melalui perairan internasional hingga kini "tetap utuh" dan memastikan bahwa pasukan militer AS akan selalu "hadir dan waspada" di lokasi.

Di sisi lain, Donald Trump memberikan peringatan keras bahwa Washington dapat mengenakan bea masuk sendiri di wilayah Hormuz apabila para negosiator gagal menyelesaikan kesepakatan tersebut. Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa tidak akan ada bea masuk "kecuali jika dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat."

Dorongan Diplomatik Swiss dan Kehadiran Para Tokoh Utama

Delegasi tingkat tinggi dari Iran sendiri dilaporkan telah mendarat di Swiss pada Sabtu malam, sebagaimana informasi resmi dari media pemerintah Iran dan Kementerian Luar Negeri Swiss. Untuk menjaga transparansi agenda penting ini, berikut adalah rincian delegasi dan mediator yang hadir di lokasi:

  • Delegasi Resmi Iran: Berdasarkan laporan stasiun televisi resmi Iran, rombongan ini mencakup Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa timnya akan menuntut implementasi komitmen pihak lain berdasarkan kesepakatan agar seluruh kesepahaman tidak bermasalah.
  • Delegasi Amerika Serikat: Wakil Presiden JD Vance bergabung dalam pembicaraan dan mengonfirmasi hanya bisa menetap selama satu atau dua hari. Sementara itu, negosiator AS Jared Kushner dan Steve Witkoff sudah berada di Swiss lebih awal untuk menangani beberapa elemen teknis dan melaporkan bahwa semuanya berjalan dengan baik.
  • Kehadiran Mediator Internasional: Pakistan turut ambil bagian membantu mediasi, di mana Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Asim Munir dilaporkan telah berangkat ke Swiss pada hari Minggu. Mereka akan berpartisipasi dalam pembicaraan tingkat tinggi ini bersama perwakilan AS, Iran, serta mediator lain dari negara Qatar.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID