News . 19/06/2026, 09:53 WIB

Dikaitkan dengan Gerakan Gulingkan Pemerintah, Hendropriyono: Itu Hoaks dan Fitnah

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono menepis isu yang mengaitkan dirinya maupun orang-orang di lingkungannya dengan gerakan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.

Hendropriyono memastikan tidak ada keluarga, kerabat, maupun rekan dekatnya yang terlibat dalam agenda tersebut.

"Bahwa saya dan orang-orang yang ada di dekat saya tidak ada yang terlibat. Tidak ada teman-teman maupun keluarga yang tidak mendukung pemerintah," ujar Hendropriyono, dikutip, Jumat 19 Juni 2026.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendukung ataupun menginstruksikan siapa pun untuk melakukan tindakan yang mengarah pada upaya menggulingkan pemerintahan yang sah.

"Kita semua tidak mendukung dan tidak memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintah yang sah. Tidak benar," sambungnya.

Menurut Hendropriyono, kebebasan menyampaikan pendapat dalam sistem demokrasi tetap harus dijalankan sesuai aturan hukum dan konstitusi yang berlaku. Karena itu, ia menilai tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan agenda penggulingan pemerintah tidak memiliki dasar yang jelas.

"Dalam negara kita, penyampaian pendapat di muka umum dalam demokrasi mesti tetap harus berada dalam koridor hukum dan konstitusi. Karena itu, segala tuduhan yang mengaitkan saya dan orang-orang di sekitar saya yang beragenda menggulingkan pemerintahan, tanpa bukti yang sah, itu adalah hoaks dan fitnah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Hendropriyono mengatakan komitmennya terhadap negara tidak berubah sejak masih aktif bertugas sebagai prajurit hingga memasuki masa purnatugas. Ia menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa dan stabilitas nasional selalu menjadi prinsip yang dipegangnya.

"Sejak dulu, saya dan teman-teman tentara, yang sekarang purnawirawan, apalagi yang masih aktif, mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip kami sama, menjaga keutuhan Republik Indonesia yang Pancasilais, UUD 1945, dan stabilitas nasional," katanya.

Di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, Hendropriyono mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu.

"Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap hoaks, apalagi simulakra. Selalu periksa fakta sebelum menyebarkan informasi, jangan main forward aja," katanya.

Selain membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, Hendropriyono juga menyoroti anggapan yang menghubungkan hubungan keluarga dengan kesamaan pandangan politik. Menurut dia, setiap individu memiliki hak untuk menentukan sikap politiknya masing-masing.

"Anak, menantu, saudara, besan, maupun kerabat dapat saja memiliki pandangan politik yang berbeda. Tidak selalu sama," katanya.

Ia menegaskan bahwa hubungan kekeluargaan tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterkaitan politik maupun ideologi tertentu.

"Dalam politik, setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri, bukan atas hubungan kekeluargaan. Kekerabatan tidak identik dengan kesamaan ideologi. Hubungan darah tidak dapat dijadikan bukti adanya hubungan politik. Itu yang harus dipegang kalau memang kita orang yang melek dan intelek," sambungnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id