IKA BEM Nusantara Temui Jokowi dan Gibran, Bahas Apa?

fin.co.id - 17/06/2026, 06:23 WIB

IKA BEM Nusantara Temui Jokowi dan Gibran, Bahas Apa?

Pengurus Besar Ikatan Alumni (PB-IKA) BEM Nusantara beraudiensi dengan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo dikediamannya di Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). Humas PB IKA BEM Nusantara

fin.co.id - PB IKA BEM Nusantara melakukan rangkaian pertemuan dengan menjelang pelantikan kepengurusan baru yang akan digelar pada Rabu, 18 Juni 2026, di Jakarta. 

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus menyerap pandangan mengenai kepemimpinan nasional dan peran generasi muda.

Ketua PB IKA BEM Nusantara Wahyu Irawan mengatakan pihaknya telah bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada Senin 15 Juni. Setelah itu, jajaran organisasi juga dijadwalkan melakukan audiensi dengan putra Jokowi, yang juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Rabu 17 Juni 2026.

Menurut Wahyu, dialog dengan para Jokowi dan Gibran dimanfaatkan untuk memperoleh masukan terkait tantangan kebangsaan dan kesiapan generasi muda dalam melanjutkan estafet kepemimpinan Indonesia.

“Beliau (Jokowi) menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat soliditas, dan menyiapkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penguatan organisasi menjelang pergantian kepengurusan PB IKA BEM Nusantara. Organisasi alumni mahasiswa itu, kata dia, berkomitmen menjadi wadah yang mendorong lahirnya pemimpin muda dengan semangat pengabdian kepada bangsa.

“Kami percaya kepemimpinan Indonesia berada di tangan generasi muda. Oleh karena itu alumni BEM Nusantara harus menjadi motor gagasan, inovasi, dan kolaborasi untuk mendukung kemajuan bangsa,” ujar mantan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Djakarta (UID).

Selain bertemu Jokowi, komunikasi dengan para pemimpin nasional akan terus berlanjut. Salah satu agenda yang telah dijadwalkan adalah pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta.

Wahyu menilai dialog antara jaringan alumni mahasiswa dan pemimpin nasional penting untuk membangun sinergi dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kami ingin membangun dialog yang konstruktif dengan para pemimpin bangsa. Bersama kedua tokoh tersebut kami membahas pentingnya menyiapkan estafet kepemimpinan nasional yang kuat, adaptif, dan dekat dengan aspirasi generasi muda,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa generasi muda harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan nasional, bukan sekadar menjadi sasaran kebijakan.

“IKA BEM Nusantara ingin menjadi rumah besar alumni mahasiswa yang mampu melahirkan gagasan dan kepemimpinan baru untuk Indonesia,” katanya.

“Semangat yang kami bawa adalah kolaborasi, persatuan dan optimisme menyongsong Indonesia Emas,” sambungnya.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca