Pertamina Patra Niaga Seleksi 101 Kandidat Pelaut di Lima Kota, Siapkan SDM Armada Energi Nasional

fin.co.id - 16/06/2026, 23:39 WIB

Pertamina Patra Niaga Seleksi 101 Kandidat Pelaut di Lima Kota, Siapkan SDM Armada Energi Nasional

Pertamina Patra Niaga seleksi 101 kandidat pelaut di 5 kota melalui program beasiswa.

fin.co.id — Langkah nyata untuk memperkuat lini distribusi energi nasional terus berjalan. PT Pertamina Patra Niaga kini tengah menyeleksi sebanyak 101 kandidat pelaut andal di lima kota besar. Rangkaian seleksi ketat ini bertujuan untuk menyaring talenta terbaik yang nantinya akan mengemban tugas krusial mendistribusikan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, memberikan rincian proses tersebut. Beliau menjelaskan bahwa para kandidat pelaut mengikuti seleksi tulis yang mencakup tes kemampuan bahasa Inggris (TOEIC), psikotes, serta tes potensi akademik umum dan teknis.

"Seleksi ini menjadi salah satu rangkaian program Beasiswa Calon Pelaut PT Pertamina Patra Niaga," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Agenda seleksi tertulis ini berlangsung secara serentak di lima kota strategis, yakni Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2026.

Para peserta yang lolos ke tahap ini berasal dari berbagai institusi pendidikan vokasi dan maritim terkemuka di tanah air. Beberapa di antaranya meliputi Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Standar Profesional Tinggi untuk Menembus Armada Energi Nasional

Arif Yunianto menegaskan bahwa ketatnya rangkaian seleksi ini menjadi cermin dari standar profesional yang diterapkan dalam operasional armada kapal energi nasional. Menjadi bagian dari kru kapal Pertamina membutuhkan kesiapan mental dan kompetensi di atas rata-rata.

"Menjadi pelaut di armada Pertamina bukan sekadar soal teknis berlayar melainkan akan menghadapi tantangan nyata di lautan yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan tinggi dan berlayar di laut internasional yang akan membutuhkan koordinasi lintas negara. Itulah mengapa rangkaian seleksi yang kami rancang bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari standar profesional pelaut yang sesungguhnya," ujar Arif.

Untuk menyaring standar tinggi tersebut, panitia menguji para kandidat melalui tiga komponen utama:

  • Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TOEIC): Menggunakan standar Test of English for International Communication untuk menilai dua aspek utama, yaitu listening (kemampuan memahami percakapan dalam konteks pekerjaan) dan reading (kemampuan memahami teks bisnis serta dokumen teknis berbahasa Inggris).
  • Psikotes: Tahapan untuk menilai tiga dimensi utama peserta yang meliputi aspek kognitif, sikap kerja, dan kepribadian.
  • Tes Potensi Akademik (TPA): Terbagi menjadi dua kategori, yakni TPA general untuk mengukur kemampuan dasar kognitif (penalaran umum, literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika) dan TPA teknis yang mengukur pengetahuan khusus di bidang kelautan dan perkapalan.

Kelanjutan Program Berkelanjutan Demi Ketahanan Energi

Program ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun sumber daya manusia maritim. President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, memaparkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun lalu.

"Program ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya (Beasiswa Crewing Talent Scouting), yang telah mencetak 20 pelaut muda berbakat pada 2025 dan kini hadir dengan target yang lebih banyak, menjaring 23 talenta terbaik dari tujuh perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia," ujar Agus Mashud S Asngari.

Agus juga memastikan seluruh tahapan program dapat berjalan terstruktur dan transparan, mulai dari seleksi hingga pembinaan peserta, sehingga Pertamina memperoleh talenta pelaut terbaik.

Proses penyaringan sengit ini berjalan secara bertahap untuk memastikan kandidat yang terpilih tidak hanya unggul dari segi akademik, melainkan juga benar-benar siap secara mental menjalani profesi pelaut di medan sesungguhnya.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID