News . 16/06/2026, 13:10 WIB
fin.co.id - Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan kemungkinan menempati posisi Ketua Dewan Pembina menuai tanggapan dari PDI Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng itu menilai PSI tengah melakukan upaya memperbesar kekuatan politik dengan merekrut kader dari berbagai partai.
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menegaskan bahwa partainya tidak lagi memiliki hubungan politik dengan Jokowi setelah yang bersangkutan diberhentikan dari keanggotaan partai.
Menurut Deddy, apa pun pilihan politik yang diambil Jokowi saat ini merupakan hak pribadi mantan presiden tersebut dan tidak lagi berkaitan dengan PDIP.
"Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi," kata Deddy dalam keterangannya, Selasa 16 Juni 2026.
Meski demikian, PDIP mengaku tetap memantau perkembangan PSI. Deddy menyebut pihaknya menerima berbagai laporan mengenai upaya pendekatan yang dilakukan partai tersebut terhadap kader-kader partai politik di sejumlah daerah.
Ia mengungkapkan adanya informasi mengenai tawaran bantuan material dalam proses perekrutan kader, meski dirinya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Kami terus mengawasi gerakan mereka yang terus-menerus berusaha membujuk kader-kader PDIP untuk masuk PSI di berbagai daerah. Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Meski saya tidak tahu kebenarannya, gejalanya nyata," ungkap Deddy.
Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan PDIP. Deddy menilai sejumlah partai lain juga menghadapi kondisi serupa karena kader-kader mereka menjadi sasaran pendekatan PSI.
"Ini banyak sekali terlihat gejalanya, terutama di basis NasDem, Demokrat, dan PAN. Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tapi dengan partai lain yang kadernya 'dipungut' untuk membesarkan PSI secara instan," tambahnya.
Walaupun mengkritik strategi yang dinilai dijalankan PSI, Deddy menegaskan partainya tidak merasa khawatir menghadapi perkembangan politik tersebut. Ia menyinggung hasil Pemilu 2024 yang menurutnya menunjukkan PSI belum berhasil memperoleh kursi di parlemen.
"Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan, aparat, hingga anggaran bansos saja mereka masih gagal masuk parlemen. Kita lihat saja nanti perkembangannya, karena pemilu masih jauh," katanya.
Sebelumnya, PSI memberi sinyal kuat mengenai keterlibatan Jokowi dalam partai. Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyebut dukungan Jokowi kepada PSI bukanlah hal baru dan sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu.
"Kalau Pak Jokowi itu sudah dari lama itu, kalau sekadar dibilang beliau PSI itu setelah di Kongres itu beliau sebagai narasumber utama itu menyampaikan bahwa akan mendukung full PSI dan akan bekerja keras untuk PSI," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu 13 Juni 2026.
Bestari juga mengungkapkan bahwa Jokowi pernah mengenakan jaket PSI saat menerima kunjungan pengurus partai di kediamannya di Solo. Menurutnya, saat ini partai hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukan prosesi simbolis secara resmi.
"Tapi yang untuk ini kan simbolis ya, bahwa simbolisnya nanti simbolis saja, jaketnya sudah pasti siap. Hanya saja kita akan, bukan kita akan, kita memberikan itu kepada ketua umum kapan waktu yang pas," ujarnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id