Melengkapi regulasi ini, pemerintah setempat tidak hanya membatasi akses aplikasi secara instan. Inggris bakal melakukan penelitian lebih detail tentang aktivitas media sosial di waktu malam serta pembatasan fitur "infinite scrolling" atau aktivitas menggulir layar tanpa henti. Pemerintah menargetkan riset mendalam ini akan selesai pada Juli 2026.
Langkah intervensi ini menjadi sinyal kuat bahwa negara kini mengambil kendali penuh demi masa depan anak-anak. Sifat abai dari korporasi teknologi global menjadi alasan utama di balik lahirnya hukum baru ini.
"Perusahaan teknologi memiliki banyak sekali kesempatan untuk menjaga keselamatan anak-anak, namun mereka gagal bertindak. Itulah mengapa kami mengambil alih kekuasaan dari raksasa teknologi dan mengembalikannya ke tangan orang tua," tegas Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, untuk menutup penjelasan resminya.