Viral Kabar 28 Mahasiswa Unhas Terancam DO Usai Kritik MBG, Kampus Buka Suara

fin.co.id - 14/06/2026, 07:10 WIB

Viral Kabar 28 Mahasiswa Unhas Terancam DO Usai Kritik MBG, Kampus Buka Suara

Universitas Hasanuddin Makassar (dok Unhas)

fin.co.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membantah informasi yang beredar di media sosial terkait adanya sanksi drop out (DO) dan ancaman skorsing terhadap mahasiswa yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kampus menegaskan kabar tersebut merupakan fitnah dan hoaks.

Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan penyebaran informasi yang tidak benar tersebut berpotensi merugikan nama baik institusi serta berdampak pada sivitas akademika dan berbagai pihak yang terkait dengan kampus.

Menurut Ishaq, narasi yang beredar bermula setelah aksi unjuk rasa mahasiswa di lingkungan Rektorat Unhas pada Kamis 11 Juni Aksi tersebut berlangsung kondusif meski terdapat kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas kampus yang masih dalam batas toleransi.

Pada saat demonstrasi berlangsung, pihak kampus melalui Bidang Humas menerima perwakilan mahasiswa dan memberikan penjelasan atas berbagai kritik maupun pertanyaan yang disampaikan.

Namun setelah aksi selesai, muncul informasi di sejumlah akun media sosial yang menyebutkan bahwa 28 mahasiswa Unhas dijatuhi sanksi DO. Selain itu, beredar pula kabar mengenai ancaman skorsing terhadap mahasiswa lainnya.

"Ada pihak-pihak yang memutarbalik fakta, dan membangun narasi baru melalui proses 'information spinning' di mana fakta-fakta yang tidak berkaitan dibuat seolah berhubungan," ujarnya.

Ishaq menegaskan bahwa secara faktual tidak ada mahasiswa yang dikenai sanksi DO maupun skorsing karena terlibat dalam aksi penolakan program MBG.

Ia juga menekankan bahwa Unhas tidak menutup ruang kritik dari mahasiswa maupun masyarakat. Keterlibatan kampus dalam program MBG, kata dia, merupakan bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi yang sejalan dengan konsep Kampus Berdampak serta didasarkan pada pertimbangan akademik dan rasional.

Lebih lanjut, Unhas menilai berbagai penelitian kesehatan, baik di dalam maupun luar negeri, menunjukkan bahwa intervensi gizi memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dibandingkan investasi pada infrastruktur pendidikan semata.

Keterlibatan Unhas dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dilakukan melalui pendekatan baru yang menjadi kebijakan resmi dan terbuka untuk mendapatkan masukan dari publik.

"Kami berharap, kritik yang membangun akan membuka ruang bagi perbaikan berkelanjutan," katanya.Keyword: Unhas, Universitas Hasanuddin, MBG, Makan Bergizi Gratis, mahasiswa, demonstrasi mahasiswa, hoaks, disinformasi, skorsing, drop out, Ishaq Rahman, SPPG, Kampus Berdampak, Makassar. *

Sumber: Antara

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca