Internasional . 12/06/2026, 23:44 WIB

Selangkah Lagi Menuju Perdamaian, Menlu Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Segera Terwujud

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tampaknya sedang memasuki babak baru yang sangat krusial. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kedua negara kini berada pada posisi yang paling dekat untuk mencapai kesepakatan bersama semenjak perundingan resmi dimulai.

Araghchi mengonfirmasi perkembangan positif ini secara langsung melalui platform media sosial X pada Jumat, 12 Juni 2026. Ia menyebut dokumen kesepakatan penting tersebut sudah berada di depan mata.

"Nota Kesepahaman Islamabad kini berada pada tahap yang paling dekat untuk disepakati," kata Araghchi melalui platform X, Jumat.

Mengingat proses finalisasi dokumen masih berjalan, Araghchi meminta kepada seluruh pihak, terutama media massa, agar tidak membuat asumsi atau spekulasi yang belum pasti mengenai isi perjanjian.

"Sesuai pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, seluruh rinciannya akan diumumkan kepada publik pada waktunya," tutur Araghchi berjanji akan membuka informasi tersebut ke masyarakat umum.

Donald Trump Sebut Ketentuan Perjanjian yang Bocor Sebagai Berita Palsu

Meskipun pihak Teheran menyatakan bahwa kesepakatan diplomatik sudah sangat dekat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons yang kontras mengenai isi dokumen yang beredar luas di publik.

Melalui media sosial miliknya sendiri, Truth Social, Trump menegaskan bahwa informasi yang dipublikasikan oleh media Iran tidak mencerminkan kenyataan dari isi dokumen kesepakatan yang sebenarnya.

"Ketentuan-ketentuan yang dibocorkan Iran kepada media adalah berita palsu dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketentuan yang telah disepakati secara tertulis," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

Wapres J.D. Vance Tegaskan Tidak Ada Pencairan Dana Sepihak

Senada dengan pernyataan Trump, Wakil Presiden AS J.D. Vance juga maju untuk membantah keras klaim sepihak mengenai keuntungan finansial yang akan didapatkan Iran. Vance menepis isu yang menyebutkan bahwa dana milik Iran yang selama ini dibekukan akan otomatis cair sesaat setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terlaksana.

Melalui akun X pribadinya, Vance memberikan klarifikasi langsung demi meluruskan simpang siur informasi mengenai isu pembukaan Selat Hormuz dan status penghentian program senjata nuklir Iran.

"Saya melihat banyak informasi palsu mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri program senjata nuklir Iran," kata Vance melalui X.

Vance juga menegaskan posisi AS yang tetap ketat dalam urusan transaksi keuangan selama proses negosiasi ini berlangsung.

"Pertama, pihak Iran tidak akan menerima uang tunai apa pun dan tidak ada dana yang akan dicairkan hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan," ucapnya dengan tegas.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id