Ragam . 12/06/2026, 16:16 WIB

Pengangguran Sarjana Meningkat, ITPLN Sodorkan Konsep SGE dan Jaminan Karir Lulusan

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

fin.co.id - Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh, menawarkan konsep Sustainable Graduate Employment (SGE) sebagai solusi untuk menciptakan lulusan yang mampu memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan karier secara berkelanjutan di tengah disrupsi teknologi dan transformasi dunia kerja.

Konsep SGE ini dinilai relevan dan menjadi solusi di tengah pengangguran lulusan perguruan tinggi yang terus meningkat. Menurutnya, tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

"Penerapan konsep Sustainable Graduate Employment (SGE) sebagai alternatif solusi untuk menjawab tantangan tersebut," ujar Prof. Syamsir Abduh di Jakarta, Jum'at, 12 Juni 2026.

Menurut Syamsir, SGE merupakan kemampuan lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan karier yang produktif, adaptif, serta bernilai tambah melalui pembelajaran sepanjang hayat. Dengan kemampuan tersebut, lulusan tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

"Konsep Sustainable Graduate Employment sangat relevan dijadikan tema penelitian, kebijakan pendidikan tinggi, maupun indikator keberhasilan institusi pendidikan, terutama dalam menghadapi disrupsi teknologi, transformasi digital, dan transisi menuju ekonomi hijau," kata Syamsir.

Ia menjelaskan, persoalan pengangguran sarjana saat ini tidak semata-mata disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Tantangan yang lebih besar justru terletak pada ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berubah.

"Karena itu, penerapan SGE membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan melalui strategi nasional yang terkoordinasi," tegasnya.

Dalam konsep tersebut, ungkapnya, pemerintah berperan merumuskan kebijakan, memberikan insentif, serta menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kerja. Perguruan tinggi bertanggung jawab mengembangkan keterampilan, inovasi, dan kesiapan karier mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Sementara itu, industri diharapkan memperluas peluang kerja sekaligus memberikan masukan terhadap penyusunan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Di sisi lain, lembaga keuangan dapat mendukung melalui penyediaan skema pendanaan dan penguatan ekosistem kewirausahaan.

Adapun lulusan dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran berkelanjutan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi maupun kebutuhan industri.

Syamsir menegaskan, keberhasilan menciptakan lulusan yang memiliki karier produktif, adaptif, dan berkelanjutan tidak dapat dibebankan hanya kepada perguruan tinggi. Seluruh elemen dalam ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan harus bekerja sama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Ia mencontohkan, sejumlah negara yang berhasil meningkatkan daya saing tenaga kerjanya memperlakukan employability lulusan sebagai isu ekosistem. Dalam model tersebut, perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat bekerja secara kolaboratif untuk memastikan hasil pendidikan tinggi selaras dengan pembangunan ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja masa depan.

"Dengan pendekatan ekosistem, lulusan tidak hanya siap mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu bertahan, berkembang, dan menciptakan nilai tambah di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat," imbuhnya.

Jaminan Karir

Sejalan dengan konsep tersebut, ITPLN mengembangkan program Career Guarantee Ecosystem sebagai upaya memastikan para lulusannya memiliki peluang karier yang lebih baik setelah menyelesaikan pendidikan. Wakil Rektor III ITPLN, Purnomo, mengatakan program tersebut dirancang sebagai ekosistem komprehensif yang mendampingi mahasiswa sejak awal kuliah hingga memasuki dunia kerja.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id