News . 12/06/2026, 11:12 WIB

Hari Ini Rupiah Menguat ke Rp17.930 per Dolar AS, BI Sebut Arus Modal Asing Mulai Kembali Masuk

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi. Mata uang Garuda tercatat naik 59 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp17.930 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.989 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat 12 Juni 2026, dolar AS berada di kisaran Rp17.946 atau melemah 42 poin setara 0,23 persen. Pergerakan tersebut menandakan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda setelah sebelumnya sempat menguat terhadap sejumlah mata uang global.

Di pasar internasional, kinerja dolar AS terhadap mata uang utama lainnya cenderung bervariasi. Terhadap dolar Kanada, franc Swiss, dan dolar Hong Kong, pergerakan dolar relatif tidak mengalami perubahan berarti atau bergerak stagnan.

Sementara itu, dolar AS tercatat menguat 0,32 persen terhadap yen Jepang. Berbeda dengan yen, mata uang Korea Selatan justru menunjukkan penguatan sehingga dolar AS melemah 11,7 persen terhadap won Korea.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menilai penguatan rupiah yang terjadi belakangan ini merupakan respons positif pasar setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,5 persen. Penguatan tersebut juga membawa rupiah kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral mendapat sambutan positif dari investor global. Menurutnya, kombinasi kenaikan BI-Rate dan meningkatnya daya tarik instrumen keuangan domestik menjadi faktor yang mendukung masuknya modal asing.

“Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” kata Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Ramdan mengatakan BI akan terus memantau perkembangan pasar keuangan, baik dari sisi global maupun domestik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan instrumen keuangan nasional tetap kompetitif dan mampu menarik minat investor asing.

Selain menjaga daya tarik investasi, BI juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Berbagai instrumen stabilisasi akan terus dimanfaatkan secara optimal guna meredam gejolak di pasar valuta asing.

Bank sentral, lanjut Ramdan, akan melanjutkan strategi intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore. Di dalam negeri, BI juga tetap mengandalkan transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) yang dilakukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga kestabilan rupiah. *

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id