"Mudah-mudahan ini bukan akhir dari kerja sama. Kami memohon ke depan ada pengembangan, terutama untuk pengairan pertanian," ucapnya.
Senada dengannya, Kepala Desa Pulosari, H. Kana, menyebut kebutuhan air irigasi di wilayahnya sangat mendesak. Kondisi saluran yang kerap rusak membuat pasokan air tidak selalu sampai ke lahan pertanian sehingga produktivitas petani menjadi rendah.
Menurut dia, di beberapa wilayah petani hanya mampu melakukan panen satu kali dalam setahun, jauh di bawah daerah lain yang dapat mencapai tiga kali musim panen.
Karena itu, pemerintah desa berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat dapat terus berlanjut, terutama untuk penyelesaian saluran sekunder dan tersier yang menjadi kunci distribusi air ke lahan pertanian.
ITPLN sendiri mengusulkan kawasan tersebut dikembangkan menjadi desa binaan berbasis teknologi tepat guna. Dengan dukungan infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat, sistem pompa air tenaga surya di Ciwulan dan Pulosari dinilai berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai sentra pertanian lainnya.