Nasional . 10/06/2026, 22:00 WIB

Anggaran Kemenhan 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp334 Triliun demi Perkuat Alutsista TNI

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.idKementerian Pertahanan (Kemenhan) mengambil langkah strategis demi menjaga kedaulatan negara. Instansi ini resmi mengajukan usulan penambahan anggaran belanja pertahanan untuk tahun anggaran 2027 menjadi sebesar Rp334 triliun.

Langkah ini bertujuan memperkuat kesiapan operasional militer, mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), membangun kekuatan pertahanan, serta menyukseskan program prioritas lainnya.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan langsung usulan tersebut setelah menghadiri rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

"Kami tadi sudah mengusulkan anggaran tambahan melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan kepada Badan Anggaran agar kami bisa menambah anggaran sebanyak Rp195 triliun," kata Sjafrie Sjamsoeddin.

Pagu Anggaran 2027 Mengalami Penurunan

Sjafrie Sjamsoeddin membeberkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya menetapkan pagu anggaran Kemenhan untuk 2027 senilai Rp139 triliun. Namun, demi menutup celah kebutuhan, Kemenhan mengajukan tambahan Rp195 triliun agar total dana pertahanan mencapai Rp334 triliun.

Sebenarnya, jika merujuk pada rencana kebutuhan (renbut) internal Kemenhan, total dana ideal untuk tahun 2027 menyentuh angka Rp667 triliun. Perhitungan kebutuhan ini mengacu pada konsep skala prioritas serta dinamika tugas yang diemban oleh Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai garda utama pertahanan negara.

Kemenhan menyodorkan angka Rp334 triliun agar kesenjangan antara anggaran yang tersedia dengan kebutuhan riil di lapangan tidak terlampau jauh.

"Yang disetujui berdasarkan surat dari Bappenas dan Kementerian Keuangan hanya Rp139 triliun, jadi bedanya jauh. Oleh karena itu kita mengusulkan tambahan untuk mendekati kebutuhan maksimal Rp667 triliun itu," ujar Menhan Sjafrie.

Sjafrie menegaskan bahwa suntikan dana ini memiliki arti vital bagi kedaulatan NKRI. Baginya, sistem pertahanan negara berfungsi sebagai "sabuk pengaman" yang melindungi jalannya pembangunan nasional.

Tantangan Tugas TNI dan 6 Program Prioritas

Memasuki tahun 2027, Kemenhan mengantongi 20 daftar kerja yang terbagi ke dalam enam program utama. TNI sebagai alat pertahanan negara wajib selalu siaga menghadapi berbagai dinamika tugas, baik untuk sistem pertahanan maupun dalam mendukung program-program pemerintah.

Beberapa tantangan nyata yang kini berada di depan mata antara lain penanganan dinamika konflik di Papua serta wilayah luar lainnya. Selain itu, personel TNI saat ini juga memegang peran aktif dalam membantu pemerintah membangun sarana dan prasarana umum masyarakat.

"Kita sudah ketahui, bekas akibat dari bencana alam. Jadi, sekarang TNI juga sedang menjalankan tugas untuk membangun jembatan dan sebagainya," kata Menhan.

Komisi I DPR RI Beri Dukungan Penuh

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id