Di sisi lain, Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, memandang PUSTROIB akan memperkuat ekosistem pengetahuan dan teknologi di bidang terowongan. "Kebutuhan terhadap infrastruktur bawah tanah akan terus meningkat, baik untuk konektivitas transportasi, perkeretaapian, utilitas perkotaan, pengendalian banjir, maupun pengembangan kawasan strategis. Hal ini perlu didukung oleh data, standar, teknologi, dan sumber daya manusia yang kuat," jelasnya.
Pendirian PUSTROIB ini menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan terowongan yang aman, andal, berkelanjutan, inovatif, serta adaptif terhadap risiko geologi dan geoteknik. Ke depannya, tata kelola, program kerja, riset, pelatihan, konsultansi, kerja sama, dan pengembangan kelembagaan PUSTROIB akan dilaksanakan secara bertahap.
Dengan berdirinya pusat studi ini, Hutama Karya, Unand, dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan tekad kuat untuk memajukan keselamatan, keberlanjutan, serta kapasitas nasional di bidang terowongan dan konstruksi bawah tanah. Era baru pembangunan infrastruktur bawah tanah Indonesia siap dimulai!