Nasional . 08/06/2026, 14:52 WIB

Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut: BNPB Catat 27 Rumah dan Dua Gereja Rusak

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.idKerusakan infrastruktur pascaguncangan gempa tektonik kuat di wilayah utara Indonesia mulai terlihat jelas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 27 rumah warga dan dua gereja di Provinsi Sulawesi Utara mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Senin, 8 Juni 2026 pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan keterangan resmi mengenai situasi terkini di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan bahwa data sementara hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan dampak gempa terhadap kerusakan rumah tersebut tersebar di dua wilayah kepulauan.

"Ada sebanyak 27 kepala keluarga (KK) terdampak, yang terdiri dari 20 KK di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan tujuh KK di Kabupaten Kepulauan Talaud. Selain itu, tercatat kerusakan pada 27 unit rumah di dua wilayah tersebut," kata Abdul.

Selain rumah tinggal, guncangan gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur publik di Kabupaten Minahasa Utara. Kerusakan fasilitas umum tersebut meliputi dua bangunan gereja, satu gedung GMIM 76, satu sekolah, dan satu rumah dinas guru.

Durasi Gempa Sempat Memicu Kepanikan Warga Kepulauan

Abdul Muhari menjelaskan bahwa guncangan gempa yang kuat dengan durasi 3 hingga 4 detik sempat memicu kepanikan warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kepanikan masyarakat tersebut khususnya melanda wilayah Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, dan Tahuna Barat.

Sementara itu, warga di beberapa lokasi lain merasakan getaran dengan skala yang berbeda. Di Kecamatan Rainis (Kabupaten Kepulauan Talaud), Kecamatan Likupang Barat (Kabupaten Minahasa Utara), dan Kota Manado, warga merasakan guncangan gempa dengan intensitas lemah hingga sedang selama 2-4 detik.

Pihak BNPB menegaskan bahwa seluruh data dampak pemutakhiran ini masih bersifat sementara. Hingga saat ini, tim reaksi cepat BPBD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masih terus bersiaga di lapangan untuk melanjutkan proses asesmen secara menyeluruh.

Imbauan BNPB Terkait Bahaya Struktural Bangunan

Meskipun otoritas terkait telah mengumumkan bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir dan masyarakat pesisir dipastikan aman dari ancaman gelombang laut, BNPB tetap meminta warga untuk tidak lengah. Pihak pemerintah mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya struktural bangunan akibat gempa susulan.

"Warga yang rumahnya terdampak kerusakan diharapkan tetap berhati-hati dan melaporkan kondisi bangunan yang berpotensi membahayakan kepada aparat setempat," ujarnya.

Pada akhir penjelasannya, Abdul Muhari meminta masyarakat luas untuk tetap tenang dan mengabaikan informasi spekulatif yang belum terverifikasi kebenarannya. Untuk memastikan keamanan, masyarakat harus selalu merujuk pada pemutakhiran data berkala dari saluran komunikasi resmi milik BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah setempat.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id