Internasional . 01/06/2026, 12:05 WIB
Pada periode pertama kepemimpinannya, Trump juga pernah melontarkan ancaman terhadap Korea Utara dan Meksiko.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama kebijakan luar negeri Trump.
Hingga kini, sedikitnya lima negara di kawasan itu pernah menjadi target ancaman maupun tindakan militer, yakni Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.
Ketegangan terbaru berkaitan dengan Selat Hormuz juga menjadi perhatian dunia karena jalur laut tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.
Lebih dari 20 persen distribusi minyak global melewati kawasan tersebut sehingga setiap konflik berpotensi memicu gejolak ekonomi internasional.
Sejumlah analis menilai frekuensi ancaman militer yang dilontarkan Trump menunjukkan pendekatan diplomasi yang berbeda dibandingkan banyak presiden AS sebelumnya.
Dalam berbagai kesempatan, Trump kerap menggunakan tekanan militer sebagai bagian dari strategi negosiasi terhadap negara lain.
Bahkan dalam beberapa kasus, pernyataan Trump disebut tidak hanya menyangkut ancaman serangan, tetapi juga menyentuh isu perluasan pengaruh Amerika Serikat terhadap wilayah tertentu seperti Greenland, Panama, Kanada, Kuba, dan Venezuela.
Meski demikian, hingga kini berbagai komentar kontroversial tersebut masih terus memicu perdebatan global mengenai arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id