Internasional . 01/06/2026, 15:26 WIB
fin.co.id - Puluhan ribu rumah di wilayah selatan Australia Barat mendadak gelap gulita tanpa aliran listrik. Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah serangkaian badai dahsyat menghantam kawasan tersebut sepanjang akhir pekan.
Berdasarkan laporan ABC, Senin, 1 Juni 2026, cuaca ekstrem ini memicu kerusakan massal, menumbangkan pepohonan, merobohkan jaringan listrik, hingga memicu ratusan panggilan darurat dari warga yang panik.
Hingga saat ini, pihak berwenang mencatat sekitar 70.000 pelanggan listrik terdampak langsung oleh bencana tersebut. Situasi kian pelik lantaran peringatan badai susulan masih berlaku di sebagian besar wilayah negara bagian tersebut.
Masyarakat setempat sejatinya sedang menikmati libur panjang Western Australia Day. Namun, alam berkata lain. Hujan lebat disertai angin kencang menerjang pada Sabtu malam, yang kemudian berlanjut dengan hantaman badai besar kedua pada Minggu malam.
Siklus cuaca buruk yang beruntun ini mengacaukan total aktivitas warga dan memaksa sejumlah maskapai mengalihkan penerbangan yang menuju Bandara Perth.
Amukan angin bahkan mencapai kekuatan setara siklon di beberapa titik. Wilayah Tanjung Naturaliste, misalnya, mencatat kecepatan angin yang sangat mengerikan hingga menyentuh angka 135 kilometer per jam.
Akibatnya, banyak bangunan yang mengalami kerusakan struktural parah. Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Darurat (DFES) melaporkan bahwa angin kencang bahkan sampai melepas atap sebuah gedung apartemen di kawasan pesisir Cottesloe, pinggiran Kota Perth.
Meskipun intensitas badai kini mulai mereda, DFES menegaskan bahwa kondisi berbahaya belum sepenuhnya hilang. Pihak keselamatan meminta warga dengan sangat untuk tetap waspada serta menghindari bangunan yang rusak, pohon-pohon yang tumbang, hingga juntaian kabel listrik yang putus.
Kondisi di dalam kota juga tidak kalah mencekam. Walaupun curah hujan di Kota Perth sempat berkurang semalaman, dampak air yang meluap masih menyisakan masalah besar.
Pihak berwenang terpaksa menutup bagian barat jalan Riverside Drive yang berada tepat di pusat kota akibat genangan banjir yang tinggi. Langkah penutupan akses ini bertujuan untuk mencegah pengendara terjebak di tengah arus air yang membahayakan.
Menanggapi pemadaman massal ini, perusahaan penyedia listrik Western Power langsung menerjunkan tim teknis ke lapangan. Mereka sedang berupaya keras mengalirkan kembali pasokan listrik kepada sekitar 69.000 pelanggan yang masih terdampak di seluruh penjuru negara bagian.
Tantangan yang mereka hadapi di lapangan sangat berat. Lebih dari 250 gangguan listrik terkait dampak badai telah dilaporkan secara resmi di wilayah Barat Daya. Pihak manajemen Western Power sendiri tidak menampik tingkat kesulitan di area kerja dan menyebut operasi pemulihan massal ini sebagai "tugas yang sangat besar."
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id