Sport . 31/05/2026, 06:38 WIB
fin.co.id - Pelatih Arsenal Mikel Arteta memberikan pujian tinggi kepada Paris Saint-Germain (PSG) setelah tim asal Prancis tersebut berhasil mempertahankan gelar Liga Champions. Menurut Arteta, PSG saat ini layak disebut sebagai tim terbaik di dunia berkat kualitas permainan yang mereka tampilkan sepanjang musim.
Arsenal harus mengubur impian meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kalah 3-4 melalui adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada partai final yang berlangsung di Budapest, Sabtu (30 Mei 2026).
"Saya mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia," kata Arteta setelah pertandingan seperti diwartakan TNT Sports.
"Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola dan aksi individual, saya belum pernah melihatnya. Bukan soal rencana bermain dalam situasi tertentu ketika tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda bermain seperti itu. Jadi pujian lebih besar pantas diberikan kepada para pemain mereka."
Kemenangan tersebut memastikan PSG meraih gelar Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun. Klub ibu kota Prancis itu juga menegaskan dominasinya di kompetisi elite Eropa setelah kembali keluar sebagai juara lewat kemenangan adu penalti 4-3.
Arteta tidak menutupi rasa kecewanya usai pertandingan. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai Arsenal masih memiliki jarak dengan PSG, terutama dalam hal penguasaan bola dan kualitas individu pemain.
Sepanjang laga, Arsenal memang lebih banyak berada dalam tekanan. The Gunners kesulitan mengembangkan permainan dan mencatat penguasaan bola di bawah 25 persen, sementara PSG terus mengendalikan jalannya pertandingan.
Meski demikian, Arsenal sempat berada di atas angin setelah Kai Havertz mencetak gol pembuka. Namun keunggulan itu tidak bertahan hingga akhir pertandingan setelah Ousmane Dembele menyamakan skor melalui tendangan penalti pada babak kedua. Gol tersebut sekaligus membuat PSG menyamai catatan 45 gol dalam satu musim Liga Champions.
Arteta juga menyinggung keputusan wasit yang tidak memberikan hadiah penalti kepada Arsenal saat Noni Madueke terjatuh di kotak terlarang ketika skor masih 1-1. Kendati demikian, ia memilih menerima hasil pertandingan dan menjadikannya sebagai pelajaran bagi timnya.
Menurut Arteta, Arsenal harus terus berkembang jika ingin bersaing dan meraih gelar Liga Champions pada masa mendatang.
Final di Budapest menjadi kesempatan kedua Arsenal tampil di partai puncak Liga Champions. Sebelumnya, klub London Utara itu pernah mencapai final pada 2006, namun harus mengakui keunggulan Barcelona.
Selama hampir tujuh tahun menangani Arsenal, Arteta berhasil membawa klub kembali menjadi kekuatan utama di sepak bola Inggris, termasuk mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris yang berlangsung selama 22 tahun.
Meski telah menunjukkan kemajuan signifikan, Arteta menegaskan timnya belum boleh berpuas diri karena persaingan di level tertinggi Eropa semakin ketat setiap musim.
"Perkembangan yang kami alami dalam beberapa tahun terakhir harus kami ulangi lagi karena level kompetisi meningkat setiap musim," ujar Arteta. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id