Internasional . 29/05/2026, 09:51 WIB

Trump Ancam Tak Ada Negara Kuasai Selat Hormuz, Iran Tegas Tak Peduli

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas terkait penguasaan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak ada negara yang boleh mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut, namun Iran justru menyatakan tetap akan menerapkan aturan permanennya di kawasan itu.

Pernyataan keras datang dari Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi. Ia menegaskan Teheran kini mengelola Selat Hormuz dengan mekanisme dan aturan yang ditetapkan sendiri oleh Iran.

“Saat ini, Iran mengelola selat tersebut sesuai dengan aturan dan mekanismenya sendiri. Tentu saja, penetapan kendali Iran dan penerapan mekanisme pengelolaannya bersifat permanen, bukan sementara,” kata Azizi kepada RIA Novosti.

Azizi juga menilai Amerika Serikat harus menghentikan anggapan bahwa langkah Iran di Selat Hormuz hanya bersifat sementara atau lokal.

“Negara-negara kawasan juga harus menerima kenyataan ini dan bertindak sesuai dengan aturan Iran,” ujarnya.

Di sisi lain, Trump langsung merespons keras sikap Teheran tersebut. Dalam rapat kabinet di Washington, Rabu 27 Mei, Trump menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur internasional yang tidak boleh berada di bawah kendali negara mana pun.

“Tidak, selat itu akan terbuka bagi semua pihak. Itu adalah perairan internasional, tidak ada yang akan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya, kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya,” kata Trump.

Trump menyebut isu Selat Hormuz saat ini masih menjadi bagian dari proses negosiasi antara Washington dan Teheran. Namun ia memastikan keinginan Iran untuk menguasai selat tersebut tidak akan terwujud.

Ketegangan meningkat setelah Angkatan Laut AS sejak 13 April mulai memblokade lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz. Washington menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintas tanpa hambatan selama tidak membayar biaya kepada Teheran.

Meski pemerintah Iran belum resmi memberlakukan pungutan terhadap kapal asing, wacana mengenai kebijakan itu disebut sudah mulai dibahas.

Awal Mei lalu, Trump juga sempat mengumumkan “Project Freedom” untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar bisa keluar dari kawasan tersebut. Namun sehari setelah diluncurkan, operasi itu ditunda guna membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Sementara itu, pada Selasa, United States Central Command atau CENTCOM membantah laporan yang menyebut pihaknya kembali mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global dari kawasan Timur Tengah. Ketegangan di wilayah itu berpotensi memengaruhi stabilitas energi dan perdagangan internasional. *

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id