Internasional . 29/05/2026, 20:21 WIB
fin.co.id - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas lewat pernyataan terbaru dari orang nomor satu di Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump secara terbuka memuji kemampuan diplomasi Teheran dengan menyebut mereka sebagai negosiator yang "sangat baik" dan licik. Namun, ia menegaskan bahwa Washington saat ini memegang kendali penuh atas situasi tersebut karena kekuatan militer Iran sudah hancur total.
"Mereka licik, tetapi pada akhirnya, kita memiliki semua kartu karena kita telah mengalahkan mereka secara militer," katanya dalam acara ‘My View with Lara Trump’ dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di Fox News pada Jumat, 29 Mei 2026.
Trump membeberkan bukti-bukti kehancuran total kekuatan pertahanan musuhnya tersebut. Menurut klaim sang presiden, kekuatan armada laut dan udara milik Iran sudah tidak tersisa sama sekali akibat hantaman militer Amerika Serikat.
"Mereka tidak memiliki Angkatan Laut. Setiap kapal - mereka memiliki 159 kapal, semuanya berada di dasar laut - setiap satu pun. Kita mengambil gambar mereka. Kita memiliki orang-orang yang turun mengambil gambar ratusan kapal. Angkatan Laut mereka benar-benar hilang, 100 persen. Angkatan Udara mereka benar-benar hilang, 100 persen.”
Kondisi militer Iran yang lumpuh tersebut memberikan pengaruh dan posisi tawar yang sangat kuat bagi Washington untuk mendikte aturan main. Donald Trump memberikan peringatan keras bahwa Amerika Serikat tidak akan segan-segan mengambil tindakan fatal jika Teheran berani melanggar komitmen yang sedang berjalan. Kesepakatan yang tidak memberikan keuntungan bagi pihak Amerika Serikat menjadi garis merah yang tidak boleh mereka langgar.
Jika Iran melompati batasan tersebut, Donald Trump mengancam akan memerintahkan pasukannya untuk memulai kembali kampanye militer ofensif secara besar-besaran.
“Yah, kesepakatan yang pada akhirnya tidak akan menguntungkan kita adalah intinya,” kata Trump.
“Saya sedang menjajaki kemungkinan ini, dan kita akan lihat hasilnya.”
Pernyataan keras dari Donald Trump ini mencuat tepat setelah adanya laporan bahwa diplomat kedua negara sebenarnya telah mencapai kesepakatan pada hari Kamis lalu. Berdasarkan sumber-sumber yang dikutip Reuters, memorandum tersebut mengatur tentang perpanjangan masa gencatan senjata dan pencabutan pembatasan pengiriman jalur laut komersial melalui kawasan Selat Hormuz.
Walaupun tim perunding sudah mencapai titik temu, Donald Trump hingga saat ini secara resmi belum memberikan lampu hijau atau persetujuan akhir. Di sisi lain, media pemerintah Iran juga menyatakan bahwa kesepakatan damai tersebut belum bersifat final.
Berdasarkan keterangan dari empat sumber yang mengetahui jalannya diplomasi ini, ada beberapa poin penting dalam draf perjanjian sementara tersebut:
Perpanjangan masa penghentian kontak senjata atau gencatan senjata selama 60 hari ke depan.
Pembukaan kembali jalur air strategis Selat Hormuz agar lalu lintas perdagangan laut internasional dapat mengalir dengan lancar.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id