Nasional . 26/05/2026, 17:12 WIB
fin.co.id - Seleksi Manajer Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih 2026 kini resmi memasuki tahapan paling menentukan.
Ribuan peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos verifikasi administrasi harus bersiap menghadapi Tes Potensi Kognitif berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang menjadi penentu utama kelulusan.
Tahapan ini disebut sebagai fase paling krusial karena sistem seleksi dirancang untuk menyaring calon manajer koperasi yang memiliki kemampuan analisis, logika, serta pemahaman manajemen yang kuat. Peserta yang gagal mencapai standar nilai minimal dipastikan langsung tereliminasi dan tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Sistem Computer Assisted Test (CAT) digunakan untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan akuntabel. Melalui sistem digital ini, seluruh proses pengerjaan soal dilakukan menggunakan komputer sehingga hasil ujian dapat dipantau secara langsung.
Metode CAT sendiri sudah lama digunakan dalam berbagai seleksi nasional, termasuk CPNS. Sistem ini dinilai efektif untuk meminimalisasi praktik kecurangan karena seluruh aktivitas peserta selama ujian terekam otomatis oleh sistem.
Selain meningkatkan transparansi, penggunaan CAT juga mempercepat proses penilaian hasil ujian. Pemerintah bahkan dapat menghemat anggaran karena tidak lagi menggunakan lembar jawaban berbasis kertas.
Dalam seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026, peserta diwajibkan memenuhi ambang batas atau passing grade sebesar 110 pada Tes Potensi Kognitif. Nilai tersebut menjadi syarat agar peserta bisa masuk ke tahap pemeringkatan tiga kali jumlah formasi yang tersedia.
Tes berlangsung selama kurang lebih 50 menit dengan dua materi utama, yaitu Tes Potensi Kognitif dan Tes Manajemen Koperasi.
Tes Potensi Kognitif terdiri dari enam subtes meliputi kemampuan bahasa, hitungan, pengetahuan umum, pola gambar, abstraksi ruang, dan bentuk. Sementara Tes Manajemen Koperasi berisi 20 soal teknis dengan bobot lima poin untuk setiap jawaban benar.
Persaingan diprediksi berlangsung ketat karena peserta tidak cukup hanya lolos passing grade, tetapi juga harus meraih nilai tinggi agar masuk peringkat terbaik.
Penerapan sistem CAT juga menjadi bagian dari transformasi digital dalam proses rekrutmen nasional. Selain lebih praktis, sistem ini mampu menekan potensi korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selama ini menjadi sorotan dalam proses seleksi konvensional.
Penggunaan CAT di sejumlah daerah bahkan terbukti mampu menghemat anggaran hingga ratusan juta rupiah karena pemerintah tidak lagi mencetak soal maupun lembar jawaban dalam jumlah besar.
Dengan sistem digital, kualitas sumber daya manusia yang terpilih diharapkan menjadi lebih kompetitif dan profesional, terutama dalam mengelola koperasi desa yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id