Tambang Batu Bara di China Meledak, Tewaskan 82 Pekerja

fin.co.id - 24/05/2026, 05:06 WIB

Tambang Batu Bara di China Meledak, Tewaskan 82 Pekerja

Ledakan Tambang Batu Bara di China, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Sedikitnya 82 pekerja tambang dilaporkan tewas setelah terjadi ledakan di sebuah tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China utara. Sebagian besar korban diduga meninggal akibat menghirup gas beracun yang menyebar cepat di dalam area tambang.

Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan kerja di sektor pertambangan batu bara China, yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki catatan kecelakaan kerja cukup tinggi.

Menurut laporan media pemerintah China, jenis gas yang memicu korban massal belum dipastikan. Namun, hasil pemeriksaan awal menemukan kadar karbon monoksida di area tambang telah melampaui batas aman.

Korban Selamat Ceritakan Kepanikan di Dalam Tambang

Salah satu penambang yang selamat, Wang Yong, menceritakan detik-detik saat ledakan terjadi. Ia mengatakan tidak mendengar suara ledakan besar, tetapi tiba-tiba melihat kepulan asap memenuhi area kerja.

“Saya mencium bau sulfur, seperti bau saat peledakan dilakukan. Saya langsung berteriak agar semua orang lari,” ujarnya kepada media pemerintah China.

Ia menambahkan bahwa banyak pekerja mulai tumbang ketika mencoba menyelamatkan diri dari asap beracun tersebut.

“Saat kami berlari, saya melihat orang-orang mulai roboh karena asap. Setelah itu saya juga pingsan,” katanya.

Wang Yong mengaku baru sadar sekitar satu jam kemudian sebelum akhirnya berhasil keluar bersama pekerja lain yang juga selamat.

Operasi Penyelamatan Hadapi Banyak Kendala

Pemerintah China langsung mengerahkan operasi penyelamatan besar-besaran setelah insiden terjadi. Kementerian Manajemen Darurat China mengirim sekitar 345 personel dari enam tim penyelamat ke lokasi tambang.

Namun proses evakuasi dilaporkan menghadapi sejumlah hambatan serius. Air disebut menggenangi area dekat titik ledakan sehingga menyulitkan akses menuju beberapa bagian tambang.

Selain itu, media pemerintah juga melaporkan bahwa peta atau blueprint tambang yang diberikan kepada tim penyelamat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Situasi tersebut memperlambat pencarian korban maupun proses identifikasi area berbahaya.

Pihak Manajemen Tambang Mulai Diperiksa

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID